Month: February 2013

Speak Up

Beberapa minggu kemarin hingga hari ini,aku mempunyai hobby tambahan, hobby ku adalah memperhatikan orang lain, yap, observer mungkin lebih sering disebutnya, dari pengamatan tersebut ada suatu hal yang menarik perhatianku..

bersuara.

berapa banyak orang yang tidak bisa menunjukkan apa yang dia sukai ? seperti apa dia ingin diperlakukan? sejauh apa orang-orang mengetahui tentang dia? ya dari bersuara.

lihat saja anak kecil, kalau diperhatikan, pasti kalau mau apa-apa bersuara, mau makan bersuara, minum, apalagi kalau jajan, pasti bersuara

kalau anak dewasa, kok jadi kadang-kadang kebalikannya ya? suka sama sesuatu hal enggak bersuara, benci sama sifat seseorang enggak bersuara, ngeliat sesuatu yang enggak baik diem aja, sekalinya ngomong , ya cuma di sosmed atau enggak di belakang layar. itupun tanpa tindakan.

memang semua itu harus ada kadarnya, entah itu diluar atau di dalam, tapi kalau semuanya dipendam terus, dan enggak disuarakan? apa jadinya?

ya tapi bukan berarti ngomong aja enggak ada tindakan, anak kecil aja pas lagi minta makan, minta minum, jajan, dll. mereka akan melakukan tindakan agar pesan yang disampaikan olehnya bisa diterima dengan baik kepada penerima. maka seharusnya sudah seperti itu juga kita, kalau ada yang tidak disukai, sampaikan, jika tidak ada maka diam. tapi ingat bukan berarti kita harus seperti anak kecil juga yang merengek rengek, guling-gulingan, narik narik baju, cukup dengan perkataan yang baik, karena mengajak kepada kebaikan itu tidak perlu hujatan, cacian lhoo. masa mahasiswa yang katanya “agen perubahan” kerjaannya nangis nangis galau cuma gara-gara masalah abstrak. Dewasa dong, orang diputusin nangis sampai mau bunuh diri, orang nilainya jelek merasa jadi mahasiswa terbodoh sedunia, orang ga makan sehari aja sudah uring-uringan enggak mau gerak. Move on lah.. Masalah kalau udah dewasa itu bukan itu lagi teman, masih banyak hal yang menyangkut masalah banyak orang yang seharusnya menjadi perhatian kita. we are not “ababil” person guys 😀

Mahasiswa/ pemuda itu bisa melakukan banyak cara, bergam kreativitas, bisa dengan aksi, enggak harus dengan demo di jalan, bisa lewat pembuatan film, ikut long march, pengajuan RUU, ikut seminar2, gabung di organisasi profesi, banyak lagi deeh. Namun yang paling penting ya itu, enggak hanya asal bersuara tong kosong tanpa data, ya dengan data yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan.. selain itu totalitas dalam menyuarakan suatu yang benar khususnya atau minimal yang kita anggap benar, ya itu sudah seharusnya menjadi alasan kita bersuara, jangan sampai ya, kehadiran kita disana justru hanya menjadi pelemah bagi teman-teman kita.

enggak punya data?

           Internet terhampar luas kok, google dengan beratus juta data-data bisa dicari, jurnal internasional bertebaran, Al Qur’an juga sudah dijabarkan kok, terus masih menjadikan tidak ada informasi sebagai alasan?

sebenarnya pertanyaan itu cukup dijawab dalam diri diri kita, benarkah informasi yang menjadi hambatannya? ataukah diri kita lah sebenarnya masih enggan bersuara? wallahu’alam

ggg

Kapal Phinishi

Alhamdulillah kapal phinishi itu telah terisi secara perlahan-lahan. Dalam suatu kapal, sebelum memulai perjalanan, hal yang dibutuhkan adalah nahkoda, untuk memimpin jalannya pergerakan, jalannya perjalanan, memonitoring kondisi awak yang ada di kapal untuk menuju suatu tujuan tempat, dengan arah yang jelas. Itulah fungsi nahkoda.

Ada yang bertugas untuk mencatat surat untuk disampailan kedunia dalam maupun luar. Kelihaian, kelcepatan tangan dan kesigapan serta ketelitian itulah Sekertaris. Ada yang bertugas memberikan batasan anggaran keluar dan masuk berapa, super duper teliti kalau menghitung uang. Yabg ada difikirannya ” bagaimana caranya agar kapal tidak pailit seperti kasus pesawat terbang yang sedang ramai dibicarakan media? Ah pasti ada..” ya dialah keuangan yang superduper itu..

Selanjutnya, dibutuhkan orang-orang yang tegas, kuat dan solid secara internal untuk merekrut dan mengolah orang-orang yang berada di dalam kapal hingga sampai ke tujuan. Peluh keringat, berbagai macam cara, kreativitas, dikeluarkan agar terciptanya manusia manusia hebat yang bisa bergabung dan berpartisipasi.dengen pergerakan zaman. Itulah kaderisasi

Ada lagi orang-orang yang bertugas untuk menyebarkan berbagai macam kegiatan dalam kapal, saat berhenti sejenak, menyemarakkan suasana kapal saat hari-hari terasa berat, sajian kalian terasa seperti hiburan yang menyejukkan. Kalianlah event organizer acara. Kalianlah syi’ar

Ada lagi yang menjadi tempat bagi orang2 didalam, ah tidak.. Bukan hanya didalam kapal, tapi diluar kapal untuk terus mengasah diri, membuat diri semakin terampil, membuat hadits ‘dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.’ -HR. Thabrani dan Daruquthni- semakin terasa manfaatnya ke semua lini. Kalianlah pengembangan Minat dan Bakat.

 We always proud of you

         Ada lagi bagian yang mengubah wanita (yang kalem, ‘agak’ kalem, cerdas, berani) menjadi perempuan yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya, dibidang fashion, seni, Olahraga dan ilmu-ilmu yang bisa diaplikasikan langsung, khusus lagi hanya untuk.perempuan, gimana enggak ‘WOW’.

Ada lagi divisi yang sangat penting juga, tugasnya enggak hanya mengumpulkan dana, tapi juga membantu tumbuhnya perekonomian dalam kapal agar kapal masih terus berlayar. Didalamnya, jangan tanya, orang-orang out the box semua fikirannya. Keren, jadi jangan heran kalau nanti kapal akan terlihat sangat indah dan bersih. Siapa dulu penyumbang dananya. Dan kalianlah PE yang dimaksud itu.

Jika kalian yang membaca tulisan ini akan bertanya tanya “memang ada departemen seperti itu didalam kapal?” maka jawabku “hahah aku tidak peduli, naik kapal saja belum pernah, mana aku tahu departemen apa saja yang didalam. Tapi penting atau tidak, inilah yang ada di kapal yang akan aku naiki selama satu masa kedepan.

Mau dibawa kemana? Entahlah… Yang aku tahu kalian akan membawaku ke tempat yang sangat indah di pulau seberang sana, tempat yang sama yang aku impikan juga insyaaLlah. Jadi mau nanti ada gelombang, petir bersahutan, kapal sedikit rusak, maka aku yakin ada yang akan senantiasa meperbaiki dan membuat semua keindahan menjadi lebih indah. Itulah ukhuwwah.” Maka izinkan aku merindukan semangat kalian dalam kehangatan ukhuwah, dalam kesolidan kerjasama, dalam melengkapi berbagai macam kekurangan, dalam mensupport berbagai macam kelebihan yang dimiliki. Maka izinkanlah dalam barisan ukhuwwah aku berjalan

KOMDA FKIK 2013-2014

 Bekasi, 03-02-2013 ditengah hiruk pikuk informasi yang memusingkan

image