Month: April 2013

Untitled

aku menatapnya..

lama,, tapi tidak cukup lama sebanding apa yang beliau usahakan untuk membesarkanku.guratan diwajahnya sudah mulai terlihat, sekalipun kerap kali ia menyembunyikannya
telapak tangannya yang kasar menjadi bukti beliau tak pernah lelah untuk terus merawatku..
ah tidak ada orang seperhatianmu yah,,
yang sangat detail melihat kondisi anakmu yang (katanya) telah menjadi remaja,
bahkan disaat diriku masih cuek dengan pakaian, sepatu, tas, dan barang-barang yang kubawa yang seringkali menurutmu terkesan “cowok”
engkau memperhatikan, dan berusaha memberikan gantinya

tidak ada orang sesabarmu mah,
yang seringkali melakukan konspirasi dengan ayah untuk membelikan kami -anak-anakmu- segala sesuatu yang seringkali kami lupakan,
sekalipun saat pulang sampai disana angka jam tak lagi menunjukkan sudut dibawah 270 mah, tapi engkau tetap setia menunggu di ruang tamu sambil menyalakan televisi atau tidak mengunci pintu sama sekali karena tahu kami akan pulang..
yang selalu menghidangkan masakan yang lezat setiap kami pulang. padahal kami tidak tahu, apakah engkau juga sudah makan?

Engkau berdua telah mendewasakan kami dengan cara yang sungguh indah.
Kami tak pernah dilarang, sehingga kami paham makna kebebasan
Kami tak pernah dicegah, sehingga kami bisa belajar mengambil hikmah
Kami selalu diberikan kebebasan berpendapat, sehingga kami belajar menghargai orang lain
Kami selalu diberikan pilihan, sehingga kami tahu makna prioritas
Saat kami merasa kalah, entah, engkau tidak pernah kecewa, sehingga kami belajar kedewasaan
Kami selalu dibiarkan bertualang, sehingga kami belajar kemandirian, dan cara bertahan.

ah selalu ada warna saat menatapmu mah, yah,
doakan kami, ah tidak, engkau sudah terlalu sering mendoakan kami 🙂
Kami lah yang seharusnya disadarkan untuk lebih sering mendoakan mu mah, yah,
Semoga Allah senantiasa melindungi keluarga kita 🙂