Ketika Keberhasilan hanya diukur secara Kuantitas

Bismillah..
Saudaraku apa kabar hari ini?? bagaimana dengan iman? masihkah iman itu meletup letup dalam bingkai semangat menebar kebaikan? ataukah masih enggan bersembunyi dibalik karang-karang kehidupan? 🙂 semoga Allah senantiasa melindungi dan menancapkan cahaya-cahaya hidayah itu dalam jiwa jiwa kita. aamiin

Ikhwatifillah yang karena Nya kita dipersaudarakan

Apa kabar hari ini? Masihkah seluruh agenda-agenda kita  berorientasi pada Nya? ataukah agenda ini berorientasi karenanya? 🙂 Sungguh, adalah suatu kekerontangan dan kekeroposan apabila agenda ini sudah berubah tak lagi karenaNya

Ikhwatifillah yang karenaNya kita diibaratkan sebagai satu tubuh,
Jumlah bukanlah indikator keberhasilan suatu program dakwah kita telah diterima dalam suatu wilayah, sekalipun seringkali jumlah menjadi salah satu pertimbangan utama terambilnya keputusan-keputusan, namun ketika jumlah dijadikan sebagai indikator keberhasilan suatu program, indikator penerimaan kita, bukankah sama saja kita seperti event organizer tanpa makna?

hanya kelelahan, hanya evaluasi berkesinambungan, hanya rapat-rapat dan juga kejenuhan yang ada.

ah, benar ketika Imam Ghazali berbicara “marilah kita duduk untuk beriman sejenak.”

duduk, beriman, bukankah suatu makna yang dalam..

Ketika kelelahan, rasa pesimis mulai menghinggap, bukankah memang sebaiknya kita kembali ke awal, dimana jalan ini bermula..

kau ingat saudaraku? ketika Nabi Nuh menyeru kepada Manusia untuk menyembah Rabb, Tuhan Yang Maha Esa? kau tahu berapa lama? Lebih dari 900 tahun,.. kau tahu berapa banyak yang menjadi pengikutnya? tak lebih dari 100… lalu, apakah berarti dakwah nabi Nuh gagal saudaraku? 🙂

 

Kau ingat saudaraku? ketika di awal-awal risalah kenabian, bukankah banyak sekali yang mendustakan? bukankah banyak sekali rintangan? lalu apakah saat itu Rasulullah telah gagal saudaraku? 🙂

Kau ingat saudaraku? ketika dulu Nabi Ibrahim berjuang untuk memecahkan berhala-berhala yang dahulu pemuka-pemuka kaumnya sembah, berapa banyak orang yang mendampingi beliau saudaraku? berapa banyak? Lalu apakah berarti dakwah nabi Ibrahhim as. gagal saudaraku? 🙂

Lalu saat ini, jika program-program yang telah dijalankan tak banyak mengambil banyak orang, apakah berarti kita telah gagal saudaraku? 🙂 wallahu’alam

Mungkin kembali kepada awal adalah pilihan yang tepat,

ketika mungkin kita harus mulai mengevaluasi ibadah kita, tarbiyah kita, mungkin disitulah letak kelemahannya..

mungkin ketika tarbiyah tak lagi dijadikan sebagai kebutuhan, namun hanya sekedar kewajiban, sebagai penggugur agar tidak dibilang pengangguran. 🙂
ketika seharusnya masa membina dilakukan, namun kita masih tetap diam dan berkata “ana belum sholeh, masih ada yang lain”
Ketika seharusnya komitmen jama’ah dipertanyakan, namun kita masih bertanya “kenapa si a? kenapa si b? kapan?”
ketika seharusnya amanah dijalankan, kita masih enggan menjalankan dengan alasan  “tidak terasa ukhuwwahnya, belum dewasa,dsb”

Mungkin disitulah letak kelemahannya,,

Maka, mungkin saat inilah, saat-saat dimana kita harus kembali merapatkan barisan-barisan kita, merapatkan kembali lingkaran-lingkaran kita, karena sejatinya seperti inilah jalan yang telah kau pilih, “tak banyak yang bersamanya, namun kesungguhan dan perbaikan yang terus menerus selalu diupayakan”

Ikhwatifillah,

Teruslah bekerja,, karena kita tak pernah tahu, apakah selama ini amalan-amalan ibadah kita dapat menutupi segala maksiat kita

“Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga RasulNya dan orang-orang mukmin, dan kami akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang ghaib dan yanng nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telaah kamu kerjakan” (At-Taubah : 105)

teruslah berdo’a, seperti Rasulullah saw., yang ketika ditentang keras di Tha’if, yang apabila ia berdoa maka tak ada lagi halangan untuk segera dikabulkan, namun beliau membalas dengan sebaik-baik do’a, sebaik baik ucapan

Dalam sumber lain, Aisyah r.a. berkata, “Wahai Rasulullah, pernahkah engkau mengalami peristiwa yang lebih berat daripada peristiwa Uhud?”

Nabi Muhammad Saw menjawab, “Aku telah mengalami berbagai penganiayaan dari kaumku. Namun, penganiayaan terberat yang pernah aku rasakan ialah pada hari ‘Aqabah ketika aku datang dan berdakwah kepada Ibnu Abdi Yalil bin Abdi Kilal, tetapi tersentak dan tersadar ketika sampai di Qarnu’ts-Tsa’alib. Lalu aku mengangkat kepala dan pandanganku. Tiba-tiba muncul Jibril memanggilku seraya berkata, ’Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan dan jawaban kaummu terhadapmu, dan Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung untuk engkau perintahkan sesukamu.” Rasulullah Saw. melanjutkan, “Kemudian malaikat penjaga gunung memanggilku dan mengucapkan salam kepadaku. Ia berkata, ’Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan kaummu terhadapmu. Aku adalah malaikat penjaga gunung. Rabb-mu telah mengutusku kepadamu untuk engkau perintahkan sesukamu. Jika engkau suka, aku bisa membalikkan Gunung Akhsyabin ini ke atas mereka.” Jawab Rasulullah, “Aku menginginkan Allah berkenan menjadikan anak keturunan mereka generasi yang menyembah Allah semata, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.” (HR Bukhari Muslim)

dan subhanallah hasilnya? kau tahu bukan lanjutan kisahnya? 🙂

semoga Allah senantiasa melindungi hati-hati kita dari ketidaksabaran, dari kekecewaan, dari kelelahan, dari segala hal yang dapat mengotori niat-niat kita. Semoga Allah senantiasa menuntun kita untuk lebih bersabar, serta menguatkan pundak-pundak kita yang sudah semakin berat, karena hanya Allah lah sebaik-baik pelindung.  Aamiin 🙂

Bekerjalah, Beramallah, sesungguhnya Allah, Rasul dan orang-orang Mukmin yang melihat tindakan kita.

Pahala tidak pernah diukur dari penerimaannya, namun dari proses, dari segala upaya yang telah kita usahakan secara maksimal, Teruslah membina, teruslah menguatkan, maksimalkan sumber daya yang ada, dan, teruslah bertahan. Wallahu’alam

Teruslah berjuang, karena sesunggunya Allah selalu bersama kita 🙂

 

Untukmu Komisariat Dakwah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 2013 -2014 🙂
Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s