kenapa masih ragu?

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam:
“Dari Buraidah Al Aslami Radiyallahu ‘anhu, ia berkata bahawasanya ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Pada hari kiamat nanti, Al Qur’an akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Qur’an akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: “Apakah anda mengenalku?”. Penghafal tadi menjawab; “saya tidak mengenal kamu.” Al Qur’an berkata; “saya adalah kawanmu, Al Qur’an yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan. Maka penghafal Al Qur’an tadi diberi kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat di bayar oleh penghuni dunia keseluruhannya. Kedua orang tua itu lalu bertanya: “kenapa kami di beri dengan pakaian begini?”. Kemudian di jawab, “kerana anakmu hafal Al Qur’an. “Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi di perintahkan, “bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya.” Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil). (diriwayatkan oleh Ahmd dalam Musnadnya (21872) dan Ad Darimi dalam Sunannya (3257).)

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikanlah mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab: “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an” (Hadits diriwayatkan oleh Al Hakim dan ia menilainya sahih berdasarkan syarat Muslim (1/568), dan disetujui oleh Adz Dzahabi)

Β 

Bismillah, ukhtifillah apa kabar? bagaimana kabar iman hari ini? sudahkah beberapa hari setelah idul fitri menjadikan kita semakin mencintai Allah dan RasulNya? sudah berapa banyak rumah yang kita sambung lagi tali silaturahimnya? sudah seberapa sering kita membalas sapaan dan kata-kata serta doa dari saudara kita yang mungkin saat ini belum sempat kita tatap wajahnya? πŸ™‚ wallahu’alam.

ukhtifillah yang kucintai karenaNya,
sebentar lagi insya Allah kita akan memulai bulan-bulan baru, bulan-bulan yang akan menyibukkan kita dengan berbagai aktivitas, lalu kenapa masih ragu?

kenapa masih ragu ukh?

ketika rumah yang kita tinggali nanti mungkin tak sebagus “rumah” kita sebelumnya, lantas mengapa kita masih ragu?

alhamdulillah, telah ada rumah. memang tak cukup luas, atau mungkin tidak bisa dikatakan nyaman menurutmu.. πŸ™‚ tidak ada fasilitas keren, parkiran luas, atau mungkin tempat tidur yang nyaman..

ukh,,
mungkin kita harus bertanya lagi kepada hati-hati kita πŸ™‚ bukankah niat kita pada awalnya adalah menjadikan rumah ini sebagai rumah dakwah? rumah ummat? bukankah, salah satu mimpi kita adalah sebagai tenaga kesehatan yang tak hanya mahir dalam dunia kesehatan, tapi juga hafal dan faham dengan Al Qur’an? πŸ™‚ lantas mengapa masih ragu?

ketika tawaran kerjasama dari pihak luar, lantas kenapa masih ragu?

mungkin kita saat ini masih ada pikiran untuk ragu karena beberapa hal, coba di list yuk, dan jangan lupa saat kita me-list sebuah kekurangan, pastikan kita juga me-list kelebihannya juga, supaya seimbang πŸ™‚
menurutku, Allah telah memberikan banyak hikmah dibalik keputusan pemilihan rumah ini,
1. Rumah ini sangat enak digunakan sebagai tempat untuk menghafal Qur’an, kau tau kenapa? karena tak ada tivi, radio, wifi, mesin cuci, parkiran dan taman yang luas yang dapat kita temui disini.Β  πŸ™‚ mungkin sedikit berbagi kisah saat dulu ana menemui saudari ana yang memilih mundur dari kampus ternama, dan memutuskan untuk menghafal qur’an pada salah satu lembaga qur’an di kawasan ciputat, beliau berkata seperti ini.. “Ukh, alhamdulillah ane lebih suka tinggal di asrama, sekalipun rumah ane dan asrama dekat, karena apa? karena dirumah ane terlena. hehe,, Disini, hampir tak ada hal yang dapat mengganggu untuk lebih fokus menghafal Qur’an.” subhanallah. kalau menghafal Qur’an saja lebih fokus, kemungkinan belajar semakin bagus dong ya? hehe. insya Allah

2. Belajar. disini insya Allah kita akan belajar banyak, tidak hanya Al Qur’an tetapi juga belajar memasak harian, menata rumah, bahkan Manajemen waktu; bagaimana memposisikan diri sebagai pelajar yang bermanfaat untuk semua orang.

3. Kenapa masih ragu? di awal sudah disajikan hadits mengenai fadhilah menghafal Al Qur’an, salah satunya untuk orang tua kita. mau kan ngeliat orang tua kita bangga? πŸ™‚

orang tua kita mungkin dulu saat mendidik kita penuh dengan kesulitan, ketidaknyamanan, dan sebagainya, lalu sekarang? apa yang dapat kita lakukan untuk beliau? apakah sikap kita saat ini dapat menjamin kehidupan beliau di jannahNya kelak? apa yang dapat kita lakukan untuk membahagiakan mereka tidak hanya didunia,, tapi juga di akhirat Insya Allah.

Β 

4. Belajar dari kisah para perintis, mereka selalu memulai dari ketidaknyamanan, dari pengusiran, dari tempat-tempat yang kecil bahkan tanpa sarana dan prasarana yang memadai, mungkin kita bisa lihat kisah R. A Kartini dalam memperjuangkan hak-hak wanita, atau bisa kita lihat juga dari pernikahan orang tua kita, bukankah tidak selalu dalam keadaan yang bergelimang dengan keadaan yang baik? yuk belajar jadi perintis, merintis segalanya dari awal, dari 0 kalau kata SPBU. hehe. insya Allah dampak nya akan bisa dirasakan dikemudian hari kelak. dan perlu diingat ini tidak selamanya kok, insya Allah akan terus berkembang berkembang dan semakin luas.

Β 

“Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang berdoa kepadanya.” (HR. Muslim).

ternyata ilmu yang bermanfaat termasuk kedalam pahala yang terus mengalir setelah kita wafat. subhanallah. gimana caranya ya? πŸ™‚
setelah kita mengerti dan faham tentang ilmu Al Qur’an kita amalkan ke orang-orang di sekeliling kita, bisa ke adik kita, orang tua kita, saudara, tetangga, teman, bahkan bisa sampai ke masyarakat. subhanallah ya, lalu, kenapa masih ragu?

Β 

5. Menjaga diri dari perilaku maksiat. minimal saat kita menghafal Al Qur’an amalan yaumiyah kita yang biasanya masih sering bolong-bolong akan terus di upgrade setiap harinya, insya Allah dengan pemantauan ustadzah yang memang sudah berpengalaman dibidangnya. maksimalnya, ketika bisa menghafal Qur’an dan menjadi penghafal Qur’an maka lantunan ayat ayat tersebut bukan lagi jadi pajangan, tapi menjadi standar hidup kita, dari perilaku, ibadah, dkk.. lantas kenapa masih ragu?

yuk bismillah, kuatkan azzam kita, semoga Allah meluruskan kembali niat kita yang sempat berbelok, pemikiran yang sempat su’udzon dan perasaan ketidakterimaan. πŸ™‚

(maaf tidak ada niat apapun dalam tulisan ini, semata-mata ingin kembali meneguhkan dan menyemangati ketika keraguan itu timbul di hati kita masing-masing)

untukmu : (calon) penghuni Rumah Dakwah dan Qur’aN FKIK (RUMDAN FKIK)

Β 

, “Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur’an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh.” (HR. Tirmidzi)

Β 

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s