Month: March 2014

Aku tak lagi bi…

Aku tak lagi bisa menemukanmu dalam gelak tawa, lebih sering aku menemukanmu dalam diam, dalam kecewa, dalam lelah, dalam penat dalam kesendirian.
terkadang engkau terlihat justru lebih serius, ingin sekali rasanya tahu apa yang sedang menjadi beban, apa yang sedang berkecamuk, namun aku tahu, mungkin lebih baik diam diantara kita, hingga itu usai. Berharap semuanya akan kembali seperti sedia kala

Alhamdulillah 16 jahitan

Saat saya menulis ini, mungkin anda akan mengira saya adalah seseorang yang tidak berperasaan, malah bersyukur disaat adiknya kecelakaan. tapi demikianlah faktanya.

 

Saya bukan bersyukur karena dirimu kecelakaan, bukan itu.

saya hanya bersyukur karena kamu tidak meninggal, tidak cacat

Saya hanya bersyukur karena kamu tidak harus kehilangan 2 tangan atau 2 kaki

Saya hanya bersyukur karena kamu tidak harus kehilangan kesadaran

 

Ketika ada pesan yang masuk ke whats app

“Niken, Kalau udah ga ada agenda cepet pulang ya, rafi di rumah sakit. kecelakaan”

deg. otomatis saya hanya bisa menjawab

“Aku masih ta’ziyah mba, gimana kondisinya?”

“Sekarat.”

Deg. dan tahukah fi? respon saya hanya tertawa,

saya kenal dirimu, cara mengendarai dan bagaimana kecepatan saat ada orang dibelakangmu..

ah rasa-rasanya itu tidak sampai seperti itu.

kemudian saya balas bertanya

“Beneran?”

“Ga deng, cuma dijahit 16 jahitan. hehe”

” -_- “

dalam hati, alhamdulillah.

 

namun saya tau ketika saya pulang saya tidak hanya menemukan demikian,

lebih dari itu bukan?

lengan yang penuh luka, kaki yang sobek, knalpot, bahu yang sobek, telapak tangan yang sobek, dan seperti biasa respon ku hanya tertawa, “Alhamdulillah cuma segini.”

 

Setiap tindakan pasti ada balasannya, setiap sebab pasti menyisakan akibat, semoga Allah tengah mengetuk hatimu, Allah tengah menegurmu dengan teguran yang paling baik, dan Allah hendak mentarbiyahmu dengan caranya yang paling baik ..

 

 

Pola Asuh Anak

“Jangan mengkuatirkan bahwa anak-anak tidak mendengarkan Anda, kuatirkanlah bahwa mereka selalu mengamati Anda” – Robert Fulghum

Selama hampir 3 bulan, saya sedang menjalani Praktek Belajar Lapangan (PBL) atau mungkin KKN untuk fakultas lain.. (Di fakultas kami semester 5-6 itu PBL nya, bukan 6-7). Lokasinya itu berada di Sebuah Kelurahan di Kota Tangerang Selatan. Disini saya, dan 5 orang lainnya melakukan identifikasi penyakit dan intervensi terhadap akar masalah dari suatu penyakit.

Saya jujur sangat terkesima dengan kondisi di daerah ini. Bukan pada kondisi lingkungannya, melainkan pada kondisi dan cara bagaimana seorang anak akhirnya dibentuk dan dididik oleh orang tuanya.

Orang tua, kita sadari atau tidak, adalah seseorang yang memegang peranan sangat penting dalam proses pembentukan kepribadian anak. hal tersebut tergantung bagaimana cara orangua dalam memahami dan memberikan intruksi terhadap anak-anaknya.

ada yang bersikap keras, sangat keras, atau sebaliknya, ada yang lembut sekali, ada yang minta perhatian, ada yang tidak tertarik pada hal apapun, ada yang malu-malu, ada yang suka memukul, ada yang hyper aktif.

Sadar atau tidak, kita akan menjadi orang tua, menjadi seorang ayah atau seorang ibu dari seorang anak. Oleh karena itu butuh persiapan yag tidak sebentar untuk menjadi orang tua, salah satu cara ialah dengan banyak membaca buku dan mengaplikasikan pada anak-anak kecil disekitar kita.

 

#TulisanRandomBanget

 

 

SAM_5565