Saya (belum) Mencintai Biologi

Siapa sangka sampai saat ini saya (belum bisa) mencintai biologi. Dahulu saya adalah orang yang sangat tidak menyukai pelajaran hafalan, yang saya suka adalah pelajaran menghitung dan logika. Sejak SMP, saya menyukai lomba-lomba mengenai matematika dan sejenisnya, Olimpiade, Pesta Sains, Olimpiade se Jawa-Sumatera, semua saya lakukan dalam bidang matematika, dan hanya lomba net quiz saja yang saya lakuka dalam bidang IT. Tahun-tahun berlalu, namun saya semakin tidak mengerti, setiap pelajaran biologi saya pasti tertidur, izin, sibuk mengerjakan tugas matematika, atau seperti biasa, latihan soal saja, hal ini semakin parah karena saya selalu tertidur hingga 1-1,5 jam setiap ujian Biologi dan Bahasa Indonesia. Dan itu terjadi selama 3 tahun. Aneh Memang,

 

Perjalanan menuju kelas 3 SMA, saya masih berada dikelas yang sama, dengan subyek yang sama, hingga akhirnya saya ikut SNMPTN undangan. Tak pernah terbayangkan saya akan memilih jurusan yang memiliki pelajaran biologi terbanyak dalam mata kuliahnya. Pilihan pertama dan kedua jatuh pada ITB, Teknik Industri, begitu pula di UGM pada Teknik Industri. Ketika saya belum berhasil, saya memilih hal yang sama pada SNMPTN tertulis (parah ya. hehe) dan Alhamdulillah Allah belum menakdirkan saya disana. Kemudian saya ikut Ujian Mandiri dan SPMB, dan Alhamdulillah saya lulus di dua universitas, UNS dan Unsoed pada Prodi yang sangat saya Impikan. jauh sebelumnya saya mengikuti program scholarship ke Malaysia, dan Alhamdulillah Allah meluluskan saya pada salah satu kampus pada Jurusan Teknik Telekomunikasi.

dan disinilah saya merasakan kuasa-kuasa Allah, mamah saya tiba-tiba tidak ingin saya kuliah di Luar Jawa Barat, alhasil keberangkatan ke UNS, dan Malaysia pupus sudah, Saya berusaha melobby untuk tetap bisa kuliah di Unsoed, ketika sudah di UNSOED (kesana sendiri ala backpackeran), sudah menyewa tempat untuk ngekost, sudah jaulah fakultas, sudah mempersiapkan semuanya, sudah daftar ospek, Qadarullah, beliau menunjukkan jalanNya melalui perantara ‘beliau’, akhirnya saya langsung menghubungi keluarga dirumah “Mah, kita tunggu pengumuman UIN aja ya. Niken In syaa Allah enggak jadi di sini, kayaknya lebih baik niken nunggu.” ah entah kalimat itu datangnya dari mana, tapi tiba-tiba itu keluar begitu saja, dan membuat mamahku bertanya “kenapa memang, bukannya Niken mau banget di sana? udah disana aja ya, gapapah”  dan jawaban saya simple “Niken supaya bisa balik ke sekolah” deg. entah apa yang sudah saya katakan. semuanya berkecamuk, di UIN belum tentu diterima, dan saya tidak suka biologi. sedangkan di Unsoed saya tidak akan bisa kembali ke sekolah.

 

perlu rasanya selama 2 hari saya harus pulang pergi sekolah hanya untuk konsultasi saya harus dimana, dan seorang guru menasihati saya pada sesuatu hal yang akhirnya “bismillah, in syaa Allah di UIN, kalau keterima, kalau enggak fokus menghafal dulu”

 

Unsoed lewat, masa penantian itu alhamdulillah membuahkan hasil, dan butuh supply yang sangat kuat supaya bisa mencintai biologi, 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, entah hati saya masih belum disini. ada yang punya cara kah? supaya saya bisa mencintai pelajaran ini?
karena sampai saat ini saya (belum) mencintai biologi

 

#Ciputat, 02-02-2014 dilantai dimana saya selalu bisa melihat alam. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s