Bagaimana Nasib Anak Kita Kelak?

“Tertangkapnya seorang pelaku yang mencabuli 47 anak-anak di daerah Sukabumi”

Itulah sepenggal berita yang kudengar dari sebuah stasiun televisi. Deg. Antara kesal, sedih, ingin menangis rasanya ketika mendengar berita ini. bayangkan saja, pelaku hanya 1 orang, dan tempat kejadian bejat itu adalah di rumah kosong. Innalillahi. ada apa ini? kasus JIS saja belum selesai, sudah muncul kasus ini.. šŸ˜„

ketika ditanya alasannya mengapa ia tega berbuat hal sekeji itu, jawabannya simple “Karena saya dulu pernah dilakukan demikian.” Just it. bisa dibayangkan, apa salah anak-anak itu? apakah dulu orangtuanya yang melakukan perbuatan itu kepada pelaku sehingga pelaku tega melakukan hal itu kepada anak-anak mereka?

saya hanya mencoba menerka, jika 1 orang bisa melakukan hal itu kepada 47 orang. lalu dari 1 orang bisa melakukan hal tersebut kepada beberapa orang lainnya, dan seterusnya, bagaimana nasib anak-anak kedepannya? Perlu ada tindakan preventif sebelum kejadian ini semakin parah, perlu ada aksi nyata sebelum penyakit ini bisa jadi menimpa lingkungan kita. naudzubillahimindzaliik.

 

apa yang bisa kita lakukan?

1. Preventif mereka dengan pengetahuan agama dan moralitas yang memadai. tidak hanya sekedar materi tapi juga sudah diaplikasikan dalam kehidupan.

Saya ingat, beberapa hari lalu saya berkunjung ke rumah salah seorang Ummahat di daerah Mampang. ketika saya ngobrol dengan umminya mengenai anaknya yang sudah punya banyak hafalan di usia 7 tahun ternyata kuncinya adalah sang ibu membiasakan anak untuk tilawah sejak 3 tahun lebih, minimal sehari sudah dapat 1 juz, dan juga diberikan pemahaman mengenai agama dan pengetahuan. Great. saya dapat kuncinya. dekatkan anak kita sedini mungkin dengan Allah (kalau sudah ada anak. hehe, kalau belum ikhtiar dan terus berdoa)

1. Kurangi menonton Film-Film yang tidak bermanfaat

Ini adalah prinsip jelas yang harus bisa dilakukan dalam keluarga. jangan menonton film-film cinta-cintaan anak-anak, dan sebagainya, bukan berarti melarang semua film, namun saringlah film yang bisa ditonton untuk anak dan keluarga

1. Berikan waktu yang cukup untuk memberikan perhatian penuh terhadap Keluarga

Kalau point ini in syaa Allah yang sudah menikah lebih faham ya. hehee

 

trus peran mahasiswa apaa?

1. Lindungi keluarga yang kita punya.

1. Ketahui pergaulan adik/kakak kita,

1. Berikan pemahaman agama yang cukup

1. Berikan panggilan khusus saat-saat bersama adik-adik/anak-anak binaan, buat seseorang merasa nyaman dengan kehadiran kita

1. Berikan waktu khusus untuk mendengarkan.

1. Berikan pemahaman mengenai pergaulan yang baik di sekolah, rumah, dimana saja

 

Lakukan apa yang kita bisa, selama kita bisa, Mampukan seluruh potensi yang bisa kita mampukan selama kita mampu, kita tidak akan berbicara hasil. inilah Ikhtiar kita, dan biarkan Kehendak Allah yang akan memberikan balasan sebaik-baik balasan.

 

Karena pelecehan anak-anak = Tindakan Kekerasan

 

 

Advertisements

One thought on “Bagaimana Nasib Anak Kita Kelak?

  1. Mereka yang baik-baik, lingkungannya baik, dapat didikan terbaik dari ortu yang hebat, minimal bisa mencegah sang anak untuk berbuat yang aneh-aneh. Tapi itu semua bukan jaminan, sebab penyimpangan yg ada di dalam masyarakat itu efek domino-nya meluas, menembus dinding-dinding rumah keluarga baik-baik yang akan menjadi korbannya. Kasus sodomi adalah cermin orang yang kuat selalu ingin menunjukkan kekuasaannya terhadap anak-anak yang lemah (yang diantaranya banyak anak baik-baik). Lebih ngeri lagi, penyakit yang menyimpang itu sifatnya menular.

    Maka secara paralel, selain memperbaiki akhlak di dalam rumah, anak juga harus diberi bekal ilmu bela diri. Selain itu juga harus ada tindakan memutus mata rantai di lingkungan luar. Dan itu hanya bisa dilakukan oleh pihak yang berwenang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s