Perjalanan

senja itu memaksaku untuk terdiam lebih dalam, ditengah sesak udara perjalanan, di cipratan-cipratan embun yang mengering di dedaunan, dan aku memaksa diriku berjalan. Jika seseorang menemuiku di kala sesak, ingin rasanya berlari menuju kumuhnya pinggiran kota. tapi kau tahu, bahwa aku tak hendak menemui, tak hendak berhenti, tak hendak beristirahat, pikiranku seluruhnya hanya untuk menyelesaikan perjalanan ini dengan apa yang aku mampu. jika kau bertanya tentang rasa, perasaanku hanya bagaimana agar aku bisa menghadapi segala rasa sakit duri di perjalanan batu-batu kerikil yang menmbuatku terkejut atau bahkan sampai terjatuh.

aku hanyalah seorang penikmat jalanan,perjalanan yang telah diambil ini, entah aku memutuskannya untuk apa. Namun, sesekali aku masih sering melihat kebelakang, untuk memastikan bahwa aku sempat mempunyai kenangan, sempat mempunyai masa kelam. Lalu terlebih sering aku mengadahkan wajahku untuk melihat langit, untuk melihat bintang-bintang yang bersinar menerangi perjalanan, atau pada awan-awan tebal yang kerap kali menururunkan airnya untuk membersihkan jalan. dan aku menjadi yakin, bahwa Rabbku masih memberikan harapan untuk meneruskan perjalanan.

Dalam perjalanan, aku sangat suka ketika menemui orang-orang dalam perjalanan, terkadang menyulitkan memang, namun lebih sering mereka lah yang memberi arti dalam perjalanan. lalu saya sadar, terkadang ingin sekali rasanya beristirahat. namun orang-orang dilingkaran yang kutemui setiap persimpangan, mereka selalu menguatkan.

 

Pun tak jarang kutemui orang-orang yang memalaikatkan dirinya, dan menganggap rendah orang lain, menunjuk orang lain seakan-akan hina, lalu kemudian menyematkan tanda “kemalaikatannya” lewat kata-kata meninggi nan tak berdasar, tapi saya tahu mereka bukanlah malaikat, justru mereka lah yang sedang mencari pengakuan atas dirinya yang tak bisa ditemukan melalui dirinya.

Bagaimanapun, bagi saya perjalanan ini terasa menakjubkan. ia hadir dengan seluruh ekosistem yang menyemai mewarnai perjalanan. Semoga Allah senantiasa kuatkan langkah, senantiasa kuatkan bahu , senantiasa menjaga dalam pendengaran dan penglihatan

Ciputat, 13 Mei 2014, ditengah menikmati bagian dari perjalanan

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s