Teman Bermimpi :)

Tulisan ini dipersembahkan khusus hanya untuk seorang teman saya yang bertambah usianya pada tanggal 30 Mei 2014 kemarin, semoga Allah senantiasa menguatkan, mengistiqomahkan jalan dakwah yang telah beliau pilih, serta Allah memudahkan dalam proses pernikahannya yang berlangsung pada tanggal 08 Juni 2014

Bismillah..

Aku mengenalmu kira-kira pada akhir bulan Agustus, menjelang masa Orientasi Pengenalan Akademik dan Kebangsaan (OPAK) tahun 2011. Saat itu aku sedang berdiri di depan pintu asrama nomor 518, menunggu seseorang yang memegang kunci pintu itu. Lalu akhirnya aku tahu, dirimu lah yang bernama FA itu. ๐Ÿ™‚

Masa-masa opak berlalu, kita tinggal dalam satu kamar, bersebelahan disaat tidur.Dahulu, sangat sering di malam-malam, kita menghabiskan waktu berdua, menceritakan cerita rahasia kita, tentang keluarga, saudara, dan semuanya. Sering engkau bertanya kepadaku, ketika aku sedang mengerjakan tugas atau saat membaca buku sebelum tidur. Kamu adalah sosok yang menyenangkan menurutku, orang yang lucu, polos, apa adanya, dan Open minded, aku menyukaimu saat engkau mengatakan sesuatu yang engkau anggap tidak sesuai, atau saat dirimu bermimpi besar.

Hingga di semester 2, dirimu mengajukan untuk bergabung dengan kami, Komisariat Dakwah FKIK, sebuah Lembaga Dakwah yang berada di Fakultas. Dirimu adalah seorang hijabers unik, pakaian yang dirimu pakai sangat syar’i, kerudungmu menutup dada, sering aku merasa malu karena semangatmu sangat besar untuk mempelajari sesuatu ๐Ÿ™‚

Sebelum masa regenerasi komda, saat itu kita mengadakan mabit, dimana ada ayat Al Qur’an yang cukup banyak yang harus dirimu hafal, aku melihatmu dengan gigih berusaha menghafal, sepertinya tidak ada dalam kamusmu untuk tidak mengikuti agenda ini, padahal aku tahu bagaimana rasa takutmu saat engkau terpilih menjadi calon ketua keputrian tingkat fakultas saat itu.

Aku sangat suka ketika engkau benar-benar membersamaiku, engkau adalah koordinator keputriannya, aku adalah kepala keputriannya. Koordinasi dikala itu terasa sangat mudah, entah mengapa, aku merasa aku dapat memimpikan dakwah fakultas tanpa beban, tanpa halangan, tanpa perlu pikir panjang, karena aku merasa kita adalah partner yang sangat tepat. dan dimanapun aku dan dirimu bertemu, yang menjadi bahasan kita adala bagaimana untuk terus menghidupkan mimpi dalam organisasi ini. ๐Ÿ™‚

Perubahnmu menjadi seorang akhwat muslimah pun akhirnya terjadi disini, ketika engkau hampir setiap hari menanyakan kepadaku mengenai bagaimana jika tampilan kerudungnya berubah menjadi kerudung segi empat sepertiku, rasa haru bahagia rasanya diri ini setiap saat ketika engkau mengatakan ingin berubah menjadi lebih baik. dan akhirnya engkau berubah menjadi muslimah anggun, semoga Allah senantiasa menancapkan hidayah dan keistiqomahan pada kita ๐Ÿ™‚

Dirimu adalah seorang yang loyal, yang menyumbangkan harta dan jiwanya untuk kemajuan dakwah fakultas, dan aku adalah seseorang yang senantiasa menghalangimu agar dirimu tetap menyisakan uangnya untuk dirimu dan untuk mimpi umroh mu yang seharusnya cepat tercapai. (afwan yaah..). namun walaupun begitu, dirimu tetap berbelanja, menyiapkan hal-hal terbaik tanpa sepengetahuanku.

Aku rindu, ketika setiap hari senin engkau pasti akan meneror ku untuk segera menghubungi pembicara keputrian, membuat sertifikat, dan dirimu pasti sibuk dengan design publikasi dan jarkoman. setiap ada dirimu selalu ada kejutan, selalu ada ketertarikan yang akhirnya membuat dakwah ini mudah diterima oleh muslimah. dirimu bukanlah orang yang malu-malu, namun sebaliknya, dirimu adalah orang yang sangat terang-terangan dalam mengajak orang lain menuju jalan dakwah ini.

Hingga bulan Juni, ketika engkau memutuskan untuk kembali ke Sulawesi lebih awal, aku berhusnudzan bahwa sedang ada sesuatu yang hendak dirimu selesaikan, lama menunggu, dirimu mengirimkan kue pie bali ke rumah. Aku tak pernah tahu, bahwa itu adalah ucapan perpisahan yang tak sempat dirimu sampaikan kepadaku sebelum dirimu pergi.

Di pertengahan Juli-Agustus, saat dirimu seharusnya sedang mengurus ospek jurusan, dirimu mengatakan kepadaku bahwa dirimu tak akan kembali lagi kesini. Saat itu rasanya seperti ada petir, kilat dan hal-hal yang menyeramkan lain yang menyerangku. Kamu tahu? entah mimpiku terasa hilang saat itu, rasanya semua perasaanku hanya untuk menangis, entah karena apa. Dan ternyata itu memakan waktu hingga 3 hari.

Namun aku sadar, ada atau tidak adanya dirimu, dakwah fakultas harus tetap berjalan. Dan tahukah? aku benar-benar menutup perasaanku rapat-rapat agar tidak semua orang mengetahui sedalam apa rasanya ditinggal sahabat terbaik sepertimu saat itu. Regenerasi pun berlanjut, aku mencari pengganti dirimu untuk membantuku mengurus masalah teknis dalam struktur Komda.

Cukup lama tidak ada komunikasi diantara kita, lebih sering aku menghubungimu dan tidak ada nomor yang aktif, sampai akhirnya nomor telkomselmu menghubungi kembali. Kamu tahu? betapa sangat senangnya diriku ketika akhirnya kamu kembali hadir.

Bulan-bulan selanjutnya, ketika permasalahan fakultas yang tak bisa ku tanggung sendirian, aku selalu menghubungimu, dan kamu pasti langsung menelfon ku “Niken kenapa?” seperti itulah pertanyaanmu. dan seperti biasa, aku hanya bisa menangis lama sekali saat itu, aku menceritakan semuanya, dan seperti biasa jawabanmu selalu lebih menguatkan. Aku selalu melihat mimpi itu ada, bahkan lewat suaramu aku tahu bahwa mimpi itu masih ada..

Aku sangat takjub ketika dirimu bilang “Niken, kalau ada kurang uang atau makanan apa2 di komda, bilang ya, siapa tau aku bisa kirim pie itu setiap acara keputrian, atau aku transfer aja ya” dan jawabanku tetap “aku butuh kamu kesini, uangnya dipakai buat pesawat aja supaya FA bisa kesini. ๐Ÿ˜ฅ ” Aku hanya sering sekali merindu, berharap seperti yang engkau katakan padaku pada tanggal 20 Januari 2012 silam, bahwa engkau akan selalu membantuku disampingku.

Sekarang aku sudah di semester 6, memasuki tahun-tahun terakhir dalam dunia perkuliahan. Dirimu juga sudah semakin expert dalam berbagai ilmu agama yang dirimu pelajari disana, namun bagiku polos dan ceriamu itu masih sama, cara berbicaramu pun masih sama.ย  dan dirimu masih tetap Sahabat yang selalu dirindukan.

Usiamu sudah bertambah, dirimu semakin dewasa, semoga Allah memberikan keberkahan dalam menjalani kehidupanmu ya, memberikan yang terbaik, melindungi dirimu dari kejahatan dengan cinta Kasih Nya, dan semoga kita dapat berkumpul di JannahNya kelak,

ย 

*Mencintai saudariku yang ini setulus sifatnya, mencintai saudariku ini selembut hatinya, mencintainya karena Allah.*

ย 

Bekasi, 31 Mei 2014 -Disaat menunggu hari-hari menjelang pernikahan dirimu

Bagimu diriku cukup mengagumkan, namun bagiku engkau sangat menakjubkan

ย 

ย Image

Foto diambil pada tahun 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s