Aku Bukan (lagi) Pemimpi

Sejak dulu mengiinjak bangku Sekolah dasar, aku dikenal sebagai pemimpi ulung. Jika seseorang bersamaku, maka ia akan kuajak dalam khayalanku, aku bermimpi untuk bisa menjadi ilmuwan, dan selama hampir sebulan aku menghabiskan waktuku untuk meneliti diluar kelas selama jam sekolah, aku bermimpi untuk menjuarai renang 50 m tingkat nasional dan aku mendapatkannya walaupun hanya tingkat sekolahan, aku bermimpi menjadi seorang pelari handal dan aku mendapatkannya walaupun hanya dalam tingkat sekolah, ah rasanya aku hanya sedang bermimpi…

Ketika SMP, aku diterima di sebuah dengan standar internasional, saat itu aku dengan santai tidak belajar selama 6 bulan karena kecewa tidak bisa masuk ke sekolah yang terkenal karena sering tawuran, setelah melewati masa 6 bulan akhirnya aku baru bisa bermimpi saat kelas 2, tepatnya saat terpilih masuk kelas khusus dengan nilai tertinggi saat itu, disanalah aku bermimpi untuk bisa mengikuti lomba dibidang akademik, walaupun pada akhirnya tak ada seorang guru pun melirik ku untuk menjadi peserta dalam lomba akademik dan lebih tertarik menjerumuskanku pada dunia organisasi..

ketika SMA, aku diterima lagi disebuah kelas SBN yang hanya menerima 160 orang, disana aku merasakan semangat mimpi, dan rasa-rasa untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik. walaupun sering sekali guru menyebut saya sebagai pemberontak kecil, ataupun sering dipanggil murid kesayangan babe ****** . ahahah. Disana rasanya semuanya begitu mudah, begitu seperti mimpi.

 

Hingga akhirnya, saya memasuki dunia kampus. Disana saya pun masih dapat bermimpi, ingin A, B, C yang selalu saya gantung di samping tempat tidur asrama, berharap setiap saya bangun tidur saya masih bisa bermimpi. Meskipun ketika teman-teman kampus yang bermain ke kamar asrama selalu menertawakan  dan protes pada beberapa mimpi saya, ujung-ujungnya mereka tetap mengaminkan bukan? hehee..

 

ketika pertengahan semester 3, saya hanya merasakan saya sudah mulai tak lagi bermimpi. Dunia terasa terlalu real, semua orang terlihat ambisius, semua nya terlihat tak ideal, akhirnya lama kelamaan saya tak lagi bermimpi. saya merasa penerimaan menjadi sesuatu yang lumrah, yang terllau biasa, hingga saya tidak tahu, mana yang harus diterima, ma yang oerlu diupayakan. 

Pada awal semester 4, saya hampir tidak belajar selama 1 semester, dan saya pernah sampai di titik down dimana saya hanya berdiam diri di sebuah masjid dan bertanya “Untuk apa saya ada disini?” Hasilnya? nilai saya jatuh turun drastis dan saya hanya bersikap datar. -_-

Pertengahan semester 5 dan 6 saya suka iseng mengikuti test test psikologi yang ada di Internet, walaupun validitas nya tidak jelas, namun dari sana tergambar bahwa saya sekarang menjadi seorang yang realistis, Miris dan menyedihkan bagi saya. Saya hanya memandang sekitar sebagai sebuah keadaan yang saya pun tak mampu mengutarakan solusinya. Setiap saya memandang sekitar saya hanya bisa menghela nafas jauh lebih dalam, karena sekarang saya menjadi si Realistis yang tak punya mimpi. 

Ketika melintasi jalan malam di Bekasi, saya hanya menjadi si pengendara motor yang sunyi, bukan lagi seorang Aku yang sering menghabiskan malam dengan anak jalanan yang sedang bertengkar kecil disudut jalan atau sekedar berhenti menyapa manusia gerobak di pinggiran jalan, aku hanya menjadi “normal”. Namun benarkah aku menjadi “normal”?

 

Semakin berjalan, semakin sadar, bahwa mungkin penyebabnya adalah pada diri saya. Keinginan itu hilang, lalu bagaimana menghidupkannya lagi?

Ingin pergi dimana tempat banyak mimpi, adakah? atau cukup saya tertidur lagi dalam jangka waktu lebih lama untuk dapat bermimpi indah? atau saya harus mencari kertas yang hilang itu?

 

Ah entah, hanya saja saya tak pernah paham.

Ciputat, 6/6/2014

-Ketika mata itu tak lagi mengenal, siapa yang sedang ia pandang didepan cermin kaca itu?-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s