Berlari

Aku tak tahu, engkau tak pernah suka ketika diajak berlari,,
Aku tak kenal, aku tak paham
Aku hanya tahu, kita sepertinya pernah beririsan, pernah bersinggungan
Entah dibagian belahan bumi mana,
Aku hanya yakin pasti kita sempat beririsan

Lambat laun aku dan dirimu juga melihat,
Orang-orang disekeliling kita yang awalnya berlari
Mulai lelah, Mulai berjalan cepat
Lalu kadang kita temukan mereka menjadi diam
Mereka tak lagi berjalan

Aku hanya sedang berusaha menahanmu
untuk tidak ikut berguguran, untuk tidak ikut terdiam

Ketika nanti dirimu merasa lelah, 
aku hanya ingin melihat dirimu berjalan cepat
atau paling akhir adalah berjalan santai
yang paling penting adalah dirimu tidak diam

Entah nanti dipertemukan dimana, 
aku berharap kamu adalah termasuk orang-orang yang bertahan
aku berharap dirimu termasuk yang dikuatkan pundaknya, diberikan kelapangan kesabaran, ketahanan kekuatan, kelembutan dan penerimaan

Ketika perjalanan ini terasa menyesakkan,
aku dan kamu paham, 
memang seperti inilah adanya

Ketika nanti engkau berkata “Berlari itu melelahkan…”
Dirimu benar
Tapi, bukankah jika bersama segalanya terasa menakjubkan?
Ketika dirimu akhirnya bisa bercerita tentang lelahnya perjuangan, berkisah tentang perjalanan yang panjang
Bukankah dirimu tahu? akan ada secangkir susu putih hangat dan semangkuk senyum yang membuat otakmu tenang, hatimu rileks seperti sedia kala,

Istirahat kita bukan disini
kau sudah paham bukan?

Namun, tetap saja aku sangat suka ketika dirimu lupa
membuatku bercermin , bahwa aku juga sama
membuatku harus menulis lagi setiap saat
membuatku harus membaca buku lagi setiap saat
dan aku harap dirimu juga sama
entah di belahan bumi mana

suatu hari, disaat rambut kita memutih
usia semakin tua
kita tak akan mampu lagi berlari bersama
tapi aku harap
kita bisa menciptakan pelari-pekari tangguh selanjutnya
entah dibelahan bumi mana

dan disaat perpisahan itu datang
semoga Allah mempertemukan kita di JannahNya

Semoga Allah senantiasa menguatkan

Ciputat, 20 Juni 2014, memandang pantulan diri didepan laptop. *tulisan ini untukku*
Image

Advertisements

2 thoughts on “Berlari

  1. Sangat inspiratif. Abang jadi teringat sebuah nasihat.
    “Jika kamu tidak bisa berlari, maka berjalanlah. Jika kamu tidak mampu berjalan, maka merangkaklah. Apapun yang terjadi, jangan pernah berhenti untuk bergerak ke depan.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s