Ukhuwwah di Selembar Kertas

Ukhuwwah kita hanya di selembar kertas
Ia muncul dan hilang bersamaan dengan hadir keuntungan dan kerugian
Lalu aku bertanya
Apakah ia hadir karena iman atau tidak?

Aku sedang menulis
Ketika Ukhuwwah ini hanya diatas selembar kertas
Nasihat diterima hanya sebagai sayatan
Nasihat hanya dianggap kritikan menjatuhkan
Ia membekas, tapi yang terasa hanya menyakitkan

Ketika nasihat sesama muslim, teguran sesama muslim
dengan entengnya kita bantah mentah mentah
Tanpa kita fikirkan lebih dalam sebelumnya

Hanya karena,
Merasa kita lebih tersakiti
Merasa kita lebih merasa lelah
Merasa kita lebih lama berjuang
Merasa kita lebih menderita dengan keadaan yang ada
dan berfikir kalau saudara kita tidak merasakannya

Pantas saja ketika kufikirkan
Ukhuwwah ini hanya selembar kertas
Ketika husnudzan tidak dikedepankan
Yang ada hanya suudzan dan kedengkian

Padahal bisa jadi
Saudara kita menarik nafas dalam-dalam untuk lebih bersabar
Mengistirahatkan desah kelelahan di tengah-tengah kesunyian
Membersamai luka dan perihnya perjuangan di sepanjang perjalanannya
Merogoh lebih dalam kantung uangnya untuk keberlangsungan agenda dakwah
Bekerja lebih sendirian dari pada kita
tapi ia tak seperti kita..
Ia hanya tak mengeluh dan menuntut seperti kita

Sedih rasanya
Ketika ukhuwah ini hanya diatas selembar kertas
Ketika dakwah tiba-tiba menjadi beban
Ketika seharusnya itu menjadi nikmat

Miris rasanya
Ketika Ukhuwwah ini hanya karena selembar kertas
Padahal Allah menjamin semuanya
Hanya karena prasangka semuanya menjadi berantakan
Apakah ukhuwah ini lebih murah dari selembar kertas?

Hanya karena selembar kertas Ukhuwwah menjadi rusak
Lalu bagaimana kita bakar saja kertasnya
Agar ukhuwwah ini hadir bukan karena ada atau tidaknya kertas
Agar prasangka tak harus melulu mengenai kertas
Agar kesehatan hati tak tergerus karena prasangka
Karena Ukhuwah telah hadir karena iman

Jangan salahkan ketika kita merasa simbol itu,
hanya sebuah simbol tanpa nyawa
Karena kita tak pernah menghidupkannya dengan iman
Kita (mungkin) memulai kebersamaan hanya karena kertas

Jangan salahkan yang lain
Salahkan diri kita masing-masing
Karena kita lah (mungkin) justru penyebab kesalahan
Hanya saja kita enggan
Merasa kita itu benar
Dan yang lain salah

apa yang harus kita lihat?
Bagaimana tilawah kita?
Bagaimana ibadah wajib kita?
Bagaimana Kapasitas keilmuan kita?
Bagaimana kondisi halaqoh kita?
Bagaimana dengan amalan sunnah kita?
Bagaimana dengan muhasabah kita?

Rindu rasanya membedah lebih dalam kisah Rasulullah dan para Sahabat, serta para muharik dakwah sebelumnya..
Rasanya sirah yang ada masih terlalu tipis
Masih terlalu ringkas untuk kita dalami lebih dalam

Atau jangan-jangan
sampai saat ini
sirah nabawiyah dan sahabiyah
belum tuntas juga kita baca

Maka pantas
Ukhuwwah kita tak lebih seperti selembar kertas

Lalu ilmu darimana yang selama ini kita jadikan landasan ukhuwwah?
Al qur’an dan Assunah kah?
Atau hanya lewat novel-novel fiktif saja?

Maka saya hanya bisa menunduk lebih dalam
“Ukhuwah ini seperti selembar kertas”

Ingin rasanya memperjuangkan ukhuwwah seperti yang dicontohkan para pendahulu sebelumnya
Tapi itu tak bisa sendirian
Tapi itu tak bisa jika harus menanggungnya sendirian
Tapi itu takkan bisa jika kerjasama itu hanya sendirian

Selalu butuh yang lain.
Selalu butuh yang lain
Selalu butuh yang lain

Seperti Rasulullah dengan Abu Bakar
Seperti Mushab bin Umair dengan Abdullah bin Ummi Maktum
Seperti Musa as, dan Harun
Seperti Umar dan Utsman
Seperti kisah para Ashabul Kahfi
Seperti kisah para generasi sebelumnya

Maka aku harap itu tak hanya aku, tapi juga kamu, hingga kata “Kita” dan “Kertas” itu tak menyatu, karena “Kita” telah lebih dulu bersatupadu karena “Iman”

“Sesungguhnya Engkau tahu, bahwa hati ini telah berpadu, berhimpun dalam naungan cinta-Mu, Bertemu dalam ketaatan bersatu dalam perjuangan, Menegakkan syariat dalam kehidupan. Kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya, terangilah dengan cahaya-Mu yang tiada pernah padam. Ya Rabbi, bimbinglah kami.”

Bekasi, 23.07

Sudut hati dijantung malam

DSC00048

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s