Kabar iman

Tadi pagi, ketika saya mengantar mamah berbelanja di pasar, Allah sedang menegur saya dengan selembut-lembutnya cara yang membuat saya tersadar

“Saya melihat 2 sosok abi-abi (bapak-bapak) yang satu wajahnya sudah beberapa kali saya lihat dalam beberapa agenda kajian di suatu tempat, yang satu lagi saya belum pernah lihat, sebut saja A dn B.. Saat itu saya sedang memarkir motor, dan A baru keluar dari pasar sedangkan yang B baru sampai di Pasar, setelah mereka bersalam-salaman ((laki-laki dengan laki-laki) (perempuan dengan perempuan)) akhirnya mereka terlibat sebuah pembicaraan singkat :

A : Assalamu’alaikum bang
B : Wa’alaikumussalam
A : Udah selesai bantu data-data pilpres bang?
B : In syaa Allah udah, ini juga baru belanja
: Apa kabar iman antum akh?
A : Alhamdulillah, abang gimana?
B : Alhamdulillah, gimana liqoannya?
(Bahas-bahasan kayak gini di tempat umum -_-)

A : Alhamdulillah masih aktif bang, abang gimana?
B : Iya alhamdulillah, cuma ada si ****** liqonya 2 pekan sekali, katanya lagi sibuk
A : Si ****** lagi sibuk apan emang bang?
B : katanya lagi sibuk di ******. hehe

(kata saya, ini kan lanjutan dari mahad saya dulu, berarti….)

A : Yaudah bang, semoga aktif lagi deh orangnya, pamit duluan ya bang, Assalamualaikum
B : Wa’alaikumussalam hati-hati ya”

*Kejadian ini mengingatkan saya mengenai sebuah nasihat dalam lingkaran beberapa waktu lalu, pertanyaan yang sering ditanyakan di masa Rasulullah dan para sahabat, namun menjadi tabu di masa sekarang. Saat saya mendengar kata “Apa kabar iman antum akh?” saya yang awalnya menunduk ngeliatin speedometer yang tak bergerak langsung menatap tajam kearah mereka berdua dan tidak bergeming sampai percakapan selesai #Faghfirlii Yaa Rabb#

pertanyaan yang membuat saya menyadari, inilah yang harus dibiasakan diantara kita, diantara ukhuwwah kita. Jika bukan kita yang memulainya, lalu siapa yang akan memulainya?

“Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh, saling nasehat-menasihati di dalam kebenaran, dan saling nasihat-menasihati di dalam kesabaran.” -Qs. Al Ashr :1-3 –

Bekasi, 01 Syawal 1435H-

*saya disini hanya menonton

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s