Angin

Ia hadir menjelma menjadi sebuah hempasan kesejukan
Mendinginkan yang panas
Mengaburkan yang sesak

Terkadang diantara semilir angin terdapat butiran air mata
Atau terlebih sering ia adalah sisa embun dari kemarahan
Atau bisa jadi bekas dari kekecewaan

Angin mengantarkan sebuah rasa yang dirasakan oleh yang ditujunya
Rasa sakit, 
Rasa Sedih,
Rasa Rindu
Atau mungkin bisa jadi rasa kehilangan yang menyerbu

Tak jarang ditemukan gelak tawa menyeruak melalui hembusan angin disekeliling telinga
Ia adalah kebahagiaan
Penerimaan
kesyukuran
dan Kepercayaan

Memilih menitipkan cerita pada angin
sama saja membiarkan yang lain tahu
Pohon, jalan, tanah, bebatuan,
tapi tak membiarkan manusia tahu

Dan aku memilih itu…..

Bekasi, 06/08/2014
22.55

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s