Merevolusi Kerja

Berkecimpung dalam dunia dakwah, kerap kali menimbulkan rasa bosan, malas, enggan bergerak, keletihan yang terus bertambah, hingga akhirnya kefuturan. Akibat dari kefuturan itu seringkali akhirnya kita mendengar banyak yang memilih meninggalkan barisan dakwah.

Menjadi kader produktif berarti mengomitmenkan diri untuk menyerahkan segenap kemampuan diri kita untuk keberlangsungan dakwah, dari waktu-waktu kita, bercanda kita, aliran darah hingga setiap desahan nafas kita, selalu diniatkan untuk ibadah.

“Sebaik-baik Manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”-HR. Ath Thabrani-

Lalu bagaimana cara menjadi kader produktif itu? dari beberapa buku yang pernah saya baca, saya menemukan beberapa cara yang akhirnya saya rasa bisa saya lakukan, diantaranya

1. Membuat List target

Apa targetanmu tiap bulan? tiap minggu? tiap hari? apakah hanya sekedar menggugurkan kewajiban? atau hanya untuk sekedar mengisi waktu luang? dalam setiap kegiatan, kita mengenal ada input, proses hingga output. tentukan outputnya kemudian kerjakan..!! Kalimat-kalimat ‘nanti, sebentar lagi, dkk..’ adalah gejala awal dari munculnya kata tidak atau bisa jadi tidak pernah. ย Kalau saya lebih menyukai kegiatan yang selalu saya tulis dalam buku kecil (souvenir kondangan) yang kemudian saya list dan saya tulis target pekanan dari kegiatan saya.

 

2. Lingkungan yang baik

Lingkungan yang baik. seberapa penting sih lingkungan yang baik menurut kamu? Kalau yang saya pelajari, untuk perilaku kesehatan ternyata menyumbang 80% dari perilaku seseorang. waah, keren banget kan, kalau untuk perilaku kesehatan (yang butuh banget belajar) gimana sama membentuk kepribadian. pasti enggak kalah penting juga ya, saya melihat lingkungan yang baik sebagai sesuatu nikmat, sebagai sesuatu rezeki yang Allah sediakan secara mudah. Semua perkara ini tinggal kita saja yang menentukan, pilihan sudah ada. Lalu jika tidak ditemukan? Jadilah teladan disana, tinggal dilingkungan tidak baik, bukan berarti kehilangan kesempatan untuk menjadi baik kan? jika kita tidak menemukan keteladanan disekeliling kita, jangan-jangan Allah telah menunjuk kita untuk menjadi teladan disana? So, perbaiki diri, bukan cuma untuk jodoh, kematian, tapi juga untuk kehidupan dan peradaban islam yang lebih baik ๐Ÿ™‚

3. Konsisten

Apa yang paling sulit dalam sebuah kegiatan rutin? Keistiqomahan atau lebih sering kita menyebutnya dengan kekonsistenan. Kegiatan ini harus terus dilakukan, jangan sampai terputus. coba bayangkan, jika seorang ibu yang tidak punya penyakit dan kendala apapun tidak konsisten dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya ? wah bahaya kan, atau dalam dunia kerja, seorang pegawai yang tidak ada halangan apapun masuk kerja seenaknya? bisa bisa dipecat sama si Bos kan? ternyata konsisten itu lebih penting ya daripada sekedar menjalankan aktivitas besar tapi cuma sesekali. Lalu kalau apa yang kita rencanakan tidak berjalan bagaimana? wah perlu di evaluasi tuh, karena apa bisa tidak berjalan.. Karena manusia kah? atau karena Allah belum mengizinkan? Kalau penyebabnya karena manusia, berarti harus ada yang dievaluasi dalam diri kita kalau perlu ada sanksi untuk diri kita. Kalau saya menghukum diri saya dengan Menulis, Membaca buku, atau berjalan atau mendengarkan adik saya bercerita. lho itu sanksi atau apa? Biarin, ๐Ÿ˜› kan saya yang menentukan sanksi atas diri saya, hehe. saya hanya ingin ketika saya dihukum , saya masih dapat produktif baik dari segi pemikiran maupun perilaku. Kalau kamu itu pilihanmu, denda dalam bentuk uang juga ga masalah, asal bisa tetap bermanfaat ya. ย Kalau rencana kita tidak berjalan karena kehendak Allah? jangan khawatir, Dia pasti akan menyiapkan pengganti lebih dari kita..

ternyata mengubah cara kerja kita merupakan sesuatu hal yang sangat seru dan menarik lho. Apalagi kalau kita bermain dengan improvisasi kehidupan di sekeliling kita. pastinya seru banget. Aku sudah merevolusi kerja ku lho, kalau kamu kapan? ๐Ÿ™‚

 

#Ciputat, 10-10-2014, ditengah “kesempitan” mengerjakan proposal skripsi In syaa Allah ada kemudahan ๐Ÿ™‚

*foto ini diambil di depan rumah sakit kecil (bukan puskesmas juga) di pedalaman Papua, Tablanusu ๐Ÿ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s