Month: December 2014

Hari Ibu

mungkin tulisan ini termasuk tulisan late post karena memang bukan momentnya. 🙂

setiap tanggal 22 Desember, aku mengingat nya bukan hanya untuk hari ibu, tapi hari dimana pada tahun 1990  dulu, ada kejadian dimana dua insan saling berkomitmen bersama, dan menciptakan peradaban ; pernikahan papah dan mamah..

Sudah 24 tahun rasanya pernikahan mereka, menjadi sebuah kesyukuran ketika sampai hari ini rumah tangga yang ada masih terbentuk dan berjalan dengan semestinya *semoga Allah mengekalkan ikatan hati mereka hingga ke JannahNya. aamiin*

Terima kasih mah, dari mu aku belajar banyak kesabaran, penerimaan, kelembutan, dan dirimu telah menjadi ibu yang sangat sempurna, terima kasih telah mempercayai kami sebagai anak-anakmu, karena bagi kami kepercayaan, keadilan dan kejujuran adalah sebuah hal yang sangat penting dan telah berhasil kau tanam kepada kami.

Terima kasih pah, telah mengajarkanku makna kehidupan, dirimu lah yang selalu mendukungku disaat mamah tak pernah mengizinkanku untuk pergi jauh, dirimu yang sering mengajak untuk berfikir masa depan, dan juga yang lebih dulu khawatir ketika kamu tahu kami tak pernah menggandeng seorang pun pria untuk diperkenalkan menghadap dan kau selalu maklum setiap respon kami hanya tertawa sambil berkatasantai “tenang aja pah, kalau udah niat nyari dan ketemu kita bawa kerumah kok. hehe”

dan terima kasih atas semua support dan kemudahan untuk berbagai aktifitas dakwah, yang padahal ku tahu karena aktifitas diluar itu, seringkali aku melalaikan pulang kerumah, tapi engkau masih tetap saja menyambut hangat ketika aku pulang, sekalipun hingga tengah malam (dan seperti biasa harus ditegur dulu. hehe) . 🙂

Seringkali berfikir, aku ingin memberikan hadiah disetiap hari sakral itu, tapi apa ya? Aku melihat anak-anak lain dengan bahagia memberikan apapun;tas, kue dan sebagainya. ah dirimu tahu, dirumah kita tak pernah membiasakan seperti itu. 🙂

Mungkin hanya sekedar pengingat, “mah hari ini hari ibu kan? hari ini hari pernikahan kan?” walaupun jawabanmu hanya “oh iya ya, udah lama ya”

Maka maaf jika anakmu tak pernah memberikan apapun di hari itu, hanya doa semoga Allah menguatkan ikatan mitsaqan ghaliza itu hingga akhir hayat, dan tersisip harap semoga kelak aku dapat mempersembahkan sebuah mahkota untuk papah dan mamah kelak di akhirat kelak. In syaa Allah

#Mencintai kalian karena Allah

Bekasi, 26 Desember 2014

Skripsweet #2

Menulis proposal skripsi, harus siap dengan ke PHP an, penolakan, dan sebagainya.

Pada bimbingan kedua dengan abi, setelah menunggu selama +- 2 jam dari perjanjian awal, akhirnya kami masuk secara perorangan ke dalam ruangan, saya dan 8 teman sekelompok lain menunggu giliran mengenai orang-orang yang akan masuk selanjutnya..

Di sela-sela menunggu, pembahasan yang selalu menarik untuk orang seusia kami, kalau tidak mengenai tugas, masa depan ya tentang pernikahan. > Pembahasan ini di skip saja ya

Akhirnya, tibalah masanya bagi saya untuk masuk ke dalam ruangan beliau. dengan bermodalkan “diary” dan alat tulis, saya memasuki ruangan beliau dengan berbagai macam persiapan jawaban atas kemungkinan kemungkinan pertanyaan yang akan diajukan beliau.

Yap. tepat. judul berubah lagi , menjadi “Analisis Pengaruh Kebisingan Kereta Api Jatinegara terhadap Prestasi Akademik anak-anak (SD-SMP)”

banyak sekali rasanya hal-hal yang ingin ditanyakan, dan seperti biasa saya memilih untuk diam dan mendengarkan sambil mencatat teori-teori yang harus saya cari untuk dijadikan justifikasi mengenai penolakan judul yang diberikan hari ini.

Pembahasan kedua adalah mengenai magang. Dimana saya akan magang, beliau menyarankan saya untuk ke rel kereta api saja untuk magang. Dan respon datar saya adalah “saya masih bingung pak” jika boleh jujur, saya lebih menyukai untuk magang di sekolah (membangun UKS, dan mengamati perilaku kesehatan anak-anak dan jajanannya ) atau di BLH (Balai Lingkungan Hidup) mengamati udara dan lainnya. Jujur saja, saat itu hendak mengeluh, namun ah ya sudah, in syaa Allah sebentar lagi kok. siapa tau turbulensi saat kerja lebih parah dari ini. Minta dikuatkan saja sama Allah dan minta di lembutkan hati abi*.

2014-12-14 09.41.53

Skripsweet #1

Akhirnya, setelah sekian lama menunggu dari semester 1, kata kata”proposal” “magang” dan “skripsi” sudah mulai menghampiri. Agak telat memang, karena seharusnya pembagian bimbingan skripsi dimulai dari semester 6, dan kami baru mulai semester 7. Namun, alhamdulillah, dengan kurikulum paket yang diberlakukan di fakultas, kami sedang berusaha menyusul dengan menggunakan sistem kebut bimbingan.

Penelitian saya awalnya adalah mengenai “Analisis Jajanan anak SD yang mengandung boraks dan dampaknya terhadap kerusakan otak di SD X” yang kemudian (saya sangat ingat sekali) ditolak mentah mentah oleh Kepala Peminatan karena kata beliau “Niken, kalau kamu ambil judul itu, menurut saya untuk orang seperti kamu kurang fenomenal, mendingan diganti aja judulnya menjadi “Analisis Pengaruh Kebisingan terhadap Gangguan Pendengaran dan Kasus Perceraian di Masyarakat pinggiran Rel Kereta Api.”” sebenarnya jujur saya sangat bingung dibeikan judul macam itu. Setelah mencari di beberapa jurnal dan “main” di kampus milik orang akhirnya judul saya menjadi  “Analisis Pengaruh Kebisingan terhadap gangguan Auditori dan Non Auditori pada Masyarakat di Pinggiran rel Jatinegara” .

Oh Iya, untuk pembimbing, Alhamdulillah saya diberikan dua pembimbing, Pembimbing 1 saya adalah seorang Pembantu Dekan 1, Seorang Doktor di bidang Kesehatan Lingkungan, dan memberikan kami (Mahasiswa bimbingan ber 9) setumpuk deadline dan beberapa perjanjian mengenai target magang, proposal dan skripsi kami.

Sedangkan untuk pembimbing 2, beliau adalah seorang Master di bidang epidemiology, seperti halnya seorang perempuan, beliau lebih mengarah ke sistematika penulisan dan etiologi terjadinya penyakit. berbeda dengan pembimbing 1 yang menuntut setiap bimbingan proposal harus sudah selesai sampai bab3, untuk pembimbing 2 beliau lebih mengarahkan ke setiap bab.

Pertemuan pertama kami diisi dengan pengumpulan draft proposal, pembuatan timeline, dan sebagainya, jujur sempat menyulitkan saya, mengingat saya masih memiliki beberapa amanah di kampus dan diluar kampus, masih terikat dengan rumah quran dan sebagainya. Namun Alhamdulillah saya masih bisa untuk membagi waktu waktu saya, dengan “menggadaikan” beberapa agenda pribadi saya > Bahasa apa pula ini -_-”

*Catatan harian seorang penulis (calon) skripsi bala bala*