Hari Ibu

mungkin tulisan ini termasuk tulisan late post karena memang bukan momentnya. 🙂

setiap tanggal 22 Desember, aku mengingat nya bukan hanya untuk hari ibu, tapi hari dimana pada tahun 1990  dulu, ada kejadian dimana dua insan saling berkomitmen bersama, dan menciptakan peradaban ; pernikahan papah dan mamah..

Sudah 24 tahun rasanya pernikahan mereka, menjadi sebuah kesyukuran ketika sampai hari ini rumah tangga yang ada masih terbentuk dan berjalan dengan semestinya *semoga Allah mengekalkan ikatan hati mereka hingga ke JannahNya. aamiin*

Terima kasih mah, dari mu aku belajar banyak kesabaran, penerimaan, kelembutan, dan dirimu telah menjadi ibu yang sangat sempurna, terima kasih telah mempercayai kami sebagai anak-anakmu, karena bagi kami kepercayaan, keadilan dan kejujuran adalah sebuah hal yang sangat penting dan telah berhasil kau tanam kepada kami.

Terima kasih pah, telah mengajarkanku makna kehidupan, dirimu lah yang selalu mendukungku disaat mamah tak pernah mengizinkanku untuk pergi jauh, dirimu yang sering mengajak untuk berfikir masa depan, dan juga yang lebih dulu khawatir ketika kamu tahu kami tak pernah menggandeng seorang pun pria untuk diperkenalkan menghadap dan kau selalu maklum setiap respon kami hanya tertawa sambil berkatasantai “tenang aja pah, kalau udah niat nyari dan ketemu kita bawa kerumah kok. hehe”

dan terima kasih atas semua support dan kemudahan untuk berbagai aktifitas dakwah, yang padahal ku tahu karena aktifitas diluar itu, seringkali aku melalaikan pulang kerumah, tapi engkau masih tetap saja menyambut hangat ketika aku pulang, sekalipun hingga tengah malam (dan seperti biasa harus ditegur dulu. hehe) . 🙂

Seringkali berfikir, aku ingin memberikan hadiah disetiap hari sakral itu, tapi apa ya? Aku melihat anak-anak lain dengan bahagia memberikan apapun;tas, kue dan sebagainya. ah dirimu tahu, dirumah kita tak pernah membiasakan seperti itu. 🙂

Mungkin hanya sekedar pengingat, “mah hari ini hari ibu kan? hari ini hari pernikahan kan?” walaupun jawabanmu hanya “oh iya ya, udah lama ya”

Maka maaf jika anakmu tak pernah memberikan apapun di hari itu, hanya doa semoga Allah menguatkan ikatan mitsaqan ghaliza itu hingga akhir hayat, dan tersisip harap semoga kelak aku dapat mempersembahkan sebuah mahkota untuk papah dan mamah kelak di akhirat kelak. In syaa Allah

#Mencintai kalian karena Allah

Bekasi, 26 Desember 2014

Advertisements

One thought on “Hari Ibu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s