Bandung

Akhirnya. setelah 13 hari saya tinggal di kota ini, saya bisa menulis. 🙂 Yeay

berhubung sudah lama tidak menulis, maka mohon maaf kalau tulisannya amburadul ya. ><

Bandung. Ketika mendengar nama kota itu, apa yang ada di fikiranmu? Gaya hidup hedon, walikota super kece dan sebagainya.

Ya, aku disini in syaa Allah selama 36 hari mendatang. untuk apa? Kepentingan akademikku, menyelesaikan salah satu syarat yang harusnya dilakukan oleh mahasiswa di fakultas;magang.

Saya tiba disini pada tanggal 1 Februari 2015. Sendiri. Dengan meninggalkan setumpuk pertanyaan tanpa jawab beberapa orang di tempat lain (Maafkan ya) “kenapa harus bandung?” dan selalu saya jawab “entah.”

Bandung, saya bersyukur bisa menapakkan kaki disini.

Berjalan aman sekalipun di malam hari, entah saya merasa aman dan nyaman disini. Kosan yang sangat dekat dengan kantor, menyebabkan saya lebih santai berjalan dan mengondisikan kosan saya dengan baik.

Pergaulan memang campur, kosan juga, tapi mereka menghargai saya dengan baik. Tanpa harus memendekkan jilbab atau mengubah style saya, di depan kosan ada pak satpam, saya hanya tinggal berpakaian rapih bukan saat keluar kamar, dan selesai. tidak ada masalah. alhamdulillah

Kenyamanan saat saya berjalan, keramahan orang orang disini. Setiap saya diam, pasti ditanya “Teh, bade kamana?” “Ka luhur a/pak” dan selesai.keramahan pegawai kantor ini sangat menyenangkan, saya adalah mahasiswi yang satu satunya menetap di lantai ini, di divisi ini, tapi mereka memperlakukan saya seperti saya adalah pegawai dan bagian keluarga disana. Acara makan- makan diajak, nonton di ruangan diajak #eh.

Saya suka berjalan disaat sore setelah pulang kantor, dan pulang malam hanya untuk mengetahui kehidupan mereka, dan tepat.. saya selalu takjub disini. ketika sore, saat lalu lintas sedang padat saya melihat ada ke “legowo”an yang masih kuat disini, tak seperti di Jakarta yang penuh dengan emosi. Disini, Alun-alun benar benar menjadi sebuah wahana bermain bagi anak-anak, orangtua rela untuk tidak terlalu asik dengan gadgetnya dan anak anak menikmati masa bermainnya. Dengan benda, bukan dengan smartphone. Sesuatu yang mungkin tidak akan saya temukan di Jakarta. Melanjutkan perjalanan, saya bisa menikmati suasana sore tanpa polutan banyak di sepanjang jalan, melihat pemulung sedang asik membaca koran harian, dan tentu saja bapak-bapak yang duduk untuk melihat batu akik sepulang kerja. -_-

Ketika malam menjelang, diperjalanan mulai muncul anak muda dan orang orang tuna wisma yang mulai mendiami beberapa lokasi. Tapi mereka terlihat tanpa beban, seringkali terlihat mereka sedang makan bersama dan berdiskusi di depan bank CIMB atau Gedung Merdeka, ada keluarga yang sibuk dengan anak-anaknya;ayah dengan anak perempuannya, ibu dengan dedek bayinya. Fikiran liar saya adalah “saya boleh gabung enggak ya? kayaknya tidur sehari di jalanan seru ya.” tapi fikiran liar ini saya urungkan, karena saya masih tidak kuat dengan dinginnya cuaca malam disini.

Berlanjut ke kuliner, disini saya menemukan makanan-makanan unik yang saya belum pernah coba di Jakarta. tapi bukan itu point kuliner yang mau dibahas disini, setiap saya makan/membeli makan dimanapun saya pasti diajak ngobrol oleh orang sebelah saya, atau oleh ibu ibu/bapak bapak yang menjual makanan. Disini, semua nya ramah, tukang makanan sudah seperti tempat curhat, menampung segala cerita, kekesalan yang dirasakan oleh para pengunjung nya seharian.

Usia. Disini, saya sudah dianggap setara dengan ibu ibu -_- agak kesel di awal awalnya, tapi saya menikmatinya, saya dihargai sebagai seorang wanita, dan tidak diganggu macam macam dibandung 🙂
Biasanya setiap saya dalam rangka kuliner saya, ditanya “teteh umurnya berapa?”

“21”

“udah nikah teh?”

” belum”

“udah punya pacar?”

“saya enggak niat pacaran bu/pak :)”

“kasihan ya”

“Teh, saya nikah 17 tahun lho”

“wah, bisa gitu ya teh”

“iya, disini mah nikahnya pada cepet cepet”

“ooh”

Lalu dilain waktu

“A, suaminya teh X ya?” tanyaku memberanikan diri saat itu

“Bukan”

“Oooh, saya kira suaminya”

“Istri saya berkerudung teh”

“ooh”

“Tapi dulu saya sempet nikah juga”

“Berarti umur aa sekarang 22 atau 23 ya”

“21 teh”

“ooh (kaget padahal), dulu nikah usia berapa?”

“Dulu 19 tahun”

“*speechless* terus cerai?”

“Iya cerai. Istri saya yang dulu beda agama teh”

“Ooh. kok nyari nya yang beda agama?”

“Terpaksa teh”

“Kok terpaksa? Nikah mah ulah dipaksakeun ”

“Udah hamil duluan teh”

“(saat itu saya shock, dan sempat diam sebentar) perempuannya dulu sama sama 19 tahun?”

“enggak teh”

“terus”

“17 tahun, dia masih sma teh”

“(tambah shock) lalu?”

“anak saya ditarik keagama ibunya teh, saya enggak mau akhirnya cerai”

“sekarang dimana mantan istri sama anaknya?”

“Udah dibawa ke Medan teh. Kalau yang jualan makanan ini baik banget teh, udah saya anggep saudara.”

“Oh gitu. yaudah saya duluan ya a, teh”

Lalu, pada suatu waktu yang lain ketika saya ditemani oleh bibi pemilik kosan

“Non niken, udah punya pacar?

“Enggak minat bu.”

“Udah tunangan?”

“Haha. saya mah belum kepikiran bu.”

“Umurnya berapa teh sekarang?”

“21 bu”

“Aduh kasihan atuh neng (bener bener muka nahan nangis)”

“Tenang bu, tenang aja. saya aja nyantai aja”

“Yaa Allah kasian.”

dan akhirnya saya mengajak beliau ke jalan yang belum pernah saya lewati sebelumnya. dan hari itu dilewati dengan cerita bagaimana pernikahan ibunya, dan anak anaknya

Tak disangka, sisa 3 pekan lagi saya disini 🙂 ditengah suasana kekeluargaan yang ada, Semoga Allah senantiasa memberikan kebaikan dan memberikan pelajaran yang terbaik selama disini 🙂

#Di sebuah lantai, dalam sebuah bangunan yang tak pernah saya ajak berdialog 🙂 15.15

*Foto Menyusul.*

Advertisements

25 thoughts on “Bandung

      1. kalo di lw panjang suka sok PD aja.. dan jarang siy kalo sampe direbutin calo naik sana sini asal jwb mau kmna. kalo jualan mah, kayanya blm pernah beli jd gaktau 😀

      2. mungkin setingannya keprivat. coba aja diliat2. soalnya titin msh gakbisa liat niy..

        padahal waktu baca postingan awal msh bisa.. pas habis direplay komen udh ga bisa. dan skrg msh blm bisa hehe..
        eh, coba keluar dr akun. log out aja.

        trus searching blog sendiri. ada gak? jangan2 titin aja yg gak bisa liat 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s