undefined part 2

Sore ini, setelah beberapa pekan saya tak berani melangkahkan kaki menuju alun-alun, hari ini (ditengah ramainya tekanan batin yang menimpa saya selama beberapa hari dan menyebabkan saya seperti orang stress bipolar ) saya melangkahkan kaki kesana. Entah, keadaan apa yang sedang memaksa saya, saya hanya sedang merasa saya butuh untuk sekedar merenung seperti biasa. Sepertinya sejak pindah ke Bandung, saya berhasil menciptakan “Gua” untuk saya berfikir didalamnya.

Lama, saya duduk di bangku yang menghadap langsung ke lapangan utama alun alun. Sore ini, alun alun tak begitu ramai, hanya nampak beberapa anak muda seperti biasa sedang asyik berselfie ria, dan anak kecil serta beberapa pemandangan lain dan juga lantunan beberapa murattal dan nasyid yang tepasang keras di headset saya. Cukup sunyi menurut saya (karena cuaca mendung juga mungkin). cukup lama saya hanya menatap  lapangan, sambil mencari tahu, apa yang sedang orang-orang lakukan. Hingga, pandangan saya sempat terhenti pada anak kecil yang sedang belajar berjalan dipapah orang tuanya. Lalu saya berfikir, apa yang dirasakan anak kecil itu saat ini, tak ada ubahnya seperti apa yang saya rasakan hari ini. Belajar. Yap, saya sedang mempelajari sesuatu, mempelajari sesuatu yang menurut saya tak dapat saya kuasai hingga hari ini. Lalu saya berfikir lama, jika saya menjadi anak kecil ini, bagaimana perasaan saya ? Mengapa “disitu saya kadang sedih”? ketika anak kecil mempelajari sesuatu yang baru dengan semangatnya, sedangkan saya yang dewasa tidak.

Sekitar 1 jam saya hanya duduk dan diam memperhatikan anak kecil tersebut. Anak kecil itu, mungkin tak tahu kenapa dia harus berjalan, yang dia tahu orang tuanya telah membantunya untuk menggerakkan kaki kaki kecilnya, saya tidak tahu kenapa masalah ini terasa semakin sebagai tekanan, ketika amanah amanah hadir tidak disaat yang tidak tepat yang saya tahu, hanya ada Allah dan orang orang lain disekeliling kejadian kejadian tersebut. Setelah lama terdiam, Akhirnya saya rasa cukup, ada bagian bagian yang memang tidak akan kita mengerti lebih jauh, dan mungkin tidak akan pernah kita mengerti, tapi suatu saat in syaa Allah kita akan mengerti. Mungkin suatu hari

 

Bandung, 26 Februari 2015

 

Advertisements

8 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s