Month: March 2015

Bandung (Edisi Perpisahan)

Alhamdulillah, perjalanan saya selama 37 hari di kota Bandung, akhirnya selesai

Edisi ini saya ingin mengucapkan banyak banyak terima kasih kepada :

  1. Pak Dadan : yang telah dengan setia, setiap hari ke ruangan saya dan Ardi untuk mengusir penat dengan berdiskusi banyak hal, khususnya tentang PNS;apakah saya harus menjadi PNS atau tidak dan sebagainya, atau sekedar datang ke ruangan untuk menawarkan makanan khas Bandung. Atau pada saat saat kepulangan saya dan ardi, bapak meluangkan waktunya untuk menepati janji dengan kami makan di Batagor “Ihsan”. *Dua tahun lagi pensiun ya pak, semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan 🙂
  2. Teh Rika : terima kasih teh, sudah menemani hari-hari magang kami.. setiap hari, atas lagu lagunya dan semuanyaa 🙂
  3. Pak Agus, Pak Heri, Pak Angga : terima kasih atas data data super lengkap dan buku buku referensi super tebal dan pantauan aktif setiap harinya (sampai sampai saya harus terkesiap bangun jauh lebih pagi untuk merapihkan tugas harian sebelum ke kantor). Semoga Pak Heri dan Pak Angga dilancarkan jodohnya. aamiin
  4. Bu Mimin, Bu Maria : terima kasih atas tugas-tugas dan pujian hariannya :3 juga menyempatkan diri untuk mengobrol dengan kami disaat kami sudah penat dengan tugas input data –“
  5. Bu Iis terima kasih banyak ibu telah menganggap saya sebagai saudari selama ini, di tengah kenetralan sebuah institusi pemerintah, ibu telah mengajarkan saya mengenai metode dakwah yang sangat baik dan dapat di aplikasikan untuk seluruh kalangan, terima kasih 🙂
  6. Bu Resmiani, a.k.a Bu Ande : Waaah ibu adalah salah satu wanita hebat yang berpengaruh dan mempunyai idealisme yang super duper kece, merasa sangat bangga bisa jadi anak bimbingan ibu selama di BPLHD. Dibalik keceriaan yang super duper, ternyata ada sebuah mimpi yang masih ibu tetap pegang teguh sampai hari ini. Pesan yang sangat saya ingat adalah : “Nanti, kalau Niken sama Ardi kerja, jangan kaget kalau nanti semua tidak akan sama seperti dengan dunia Kuliah, itulah sulitnya dan itulah pilihannya; bertahan dengan suatu mimpi kalau kamu bisa mengubah birokrasi yang ada saat ini menjadi lebih baik atau tinggalkan.” atau ketika pembicaraan ringan kita disepanjang jalan “Ibu dulu ikut UKM apa?” ” saya ikut GAMAIS, Salman, sama organisasi kesenian sunda.” “Lalu bu?” “Saya akatif banget, sampai suatu hari, ada temen saya yang menawarkan organisasi keislaman lain namanya Z, terus suka rebutan kader dan menganggap paling benar. Lalu saya berfikir, masa ladang dakwah aja rebutan, kan sesama aktifis islam. Sejak saat itu saya memilih mundur dari semuanya.” “……….” . sebuah pukulan telak bagi saya. Semoga kondisi dakwah ini dapat kita perbaiki bersama kedepannya ya bu. semoga saya bisa lulus S2 (di ITB juga #eh) 🙂
  7. Ibu Ninu : Keuangan yang paling super. saya  merasa sangat bersyukur bisa bertemu dengan ibu, sesosok wanita lembut, idealis, dan pendiam. sangat pandai menyimpan rahasia. terima kasih ibu atas segala nasihat nya 🙂
  8. Ardi : Mahasiswa UNDIP 2012, Jurusan Manajemen Perairan, Menteri Luar Negeri BEMF, enggak mau masuk KAMMI/UKM Keislaman karena sholat nya masih berantakan (katanya), terima kasih sudah menghargai dan menghormati saya dengan tidak bersaliman, menepuk, boncengan (apalagi) dan mengusahakan untuk tidak bersejajar dengan saya ketika berjalan. terima kasih sudah menemani masa 3 minggu terakhir saya, dengan cerita harian BEM atau mengenai perairan. semoga Allah memberikan keberkahan kedepannya (siapa tau suatu saat jadi pengurus Kegiatan Keislaman atau seperti harapannya bisa jadi walikota Bandung tahun 2022 #eh)
  9. Teh Sifa, Teh Ira, teh Sonia : Mahasiswa UNPAD 2011, Jurusan Pertanian fakultas tekpang. terima kasih banyak teteh teteh cantik dan shalihah yang sudah menemani saya selama sepekan diawal, dan mengajarkan banyak hal dan banyak tempat unik untuk dikunjungi (termasuk kue cubit braga itu). Semoga kita bisa wisuda tahun ini bareng laah ya 🙂
  10. Pak Mulyono : dari Bapak lah saya belajar banyak mengenai bahasa sunda, dan dengan keramahan yang ada bapak menyambut setiap tamu yang hadir dengan keramahan yang mungkin hanya ada di Jawa Barat. Terima kasih pak, mohon maaf kalau saya kebanyakan melawak, tidur siang (saat istirahat #eh), atau pulang diatas waktu yang ditentukan
  11. A arif dan A jaka : terima kasih telah mengajarkan cara sopan santun yang baik selama ini, bagaimana menghargai proses demokrasi dalam sebuah lembaga institusi. Saya tidak heran kenapa kalian menjadi idola mayoritas anak anak magang (dan saya selalu menggeleng-geleng kepala sambil menahan ketawa ketika nama kalian disebut oleh anak anak magang –‘), Semoga Allah mengistiqomahkan perjalanan dakwah di BPLHD seterusnya.
  12. Teh Arsi : hehe. teteh lulusan ITB yang rempong banget masalah makanan, selalu mau kepo apa yang aku kerjakan di kantor dan sangat suka ngemil, terima kasih banyak teh, ngerasa banget nih perlu kuatin orientasi apa sebelum berniat masuk kerja, semoga Allah merahmati keluarga teteh ya, dan semoga Allah segera berikan amanah (red.anak) ke teteh dan suami 🙂
  13. staff BPLHD yang lain : terima kasih banyak atas dentingan panggilan makan siang, pengumuman ulang tahun, jalan-jalan dan keramaian lainnya, saya merasa bersyukur pernah menjadi bagian dari keluarga ini 🙂 #BTW saya masih belum nemu siapa gerangan yang muterin lagu agnes monica setiap hari di jam 08.00-09.00 :v

Setelah dengan BPLHD kece selesai, sekarang kita lanjut ke Kosan

  1. Ibu Yuyu :  terima kasih bu Yuyu telah menjadi orang tua kedua bagi saya selama di kosan, bersedia mengantarkan saya keliling bandung (Berjalan Kaki), mencarikan Jodoh   tempat rekomendasi oleh-oleh, yang tertawa ketika saya bertindak seperti anak kecil dan yang menangis ketika akhirnya saya harus pulang kembali ke Bekasi :’) Semoga Allah kuatkan langkah, hati dan semoga menantunya diberikan kesadaran oleh Allah. Semoga bisa mendapat kerja yang lebih baik lagi dari sekedar menjadi IRT
  2. A Dedy : Terima Kasih A dedi, sudah menjadi teman gosip antara saya dan bu Yuyu kalau di kosan, yang bercerita banyak hal, dan sering protes ketika saya masih di luar Bandung ketika hari Minggu kepada bu Yuyu, semoga Allah memberkahi anak dan Istri dan memberikan pekerjaan yang jauh lebih baik juga
  3. Bu Ukat (Pemilik Kost) : semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan kebaikan ya bu 🙂

dan tak lupa kepada akhwat akhwat muslimah Bandung yang karena Nya kita dipertemukan, 🙂 senang bisa menjadi bagian dari saudari kalian selama di Bandung, semoga suatu saat bisa  menjadi penduduk tetap disana #eh

serta rekan rekan dari tetangga “sebelah” yang setiap pekan terus memaksa saya untuk bisa menghadiri kajian ideologis di mushola kantor setiap pekannya dan tetap tidak percaya atas jawaban saya ketika saya bilang “saya tarbiyah”, terima kasih banyak :), saya minta maaf jika selama agenda tersebut saya lebih sering terlihat sedang menghabiskan snack box dan lebih cepat keluar ketika sudah tidak ada makanan #eh #bercanda.

Dan terima kasih banyak kepada tempat tempat makan yang turut melengkapi perjalanan makan saya selama di Bandung :3 :

  1. Nasi Goreng Braga
  2. Warung Nasi Timbel Candra
  3. Kedai Kopi  (Lumpia udang, es kelapa, nasi hainan, chicken steak nyaa recommended binggo)
  4. Kue Cubit Braga
  5. Tenda Nasi Naripan
  6. Pecel Lele Braga
  7. Bakso Brekele
  8. Bakso Ceker Braga
  9. Bakso Ceker Alun Alun
  10. Steak Ranjang
  11. Batagor Ihsan
  12. Kedai Sunda
  13. Pempek Musi
  14. Warung Nasi Braga
  15. Sate Ayam Naripan
  16. Soto Semarang
  17. Lumpia Basah Semarang
  18. Seblak Sedap
  19. Telur Gulung
  20. Ketan buatan bu Ukat setiap Jumat
  21. Bajigur
  22. Tukang Jus Naripan (yang hampir setiap hari didatangi :3  :v)
  23. Mall Yogya (Food Courtnya Uniik dan buah buahannya masih fresh binggo)
  24. City Link
  25. Cathering Kartika
  26. Bubur Ayam di Braga (yang selalu ada disaat saya ngedrop disana)
  27. Baso Tahu Braga
  28. Lotek
  29. Garang Asem soto Semarang
  30. BIP (Bandung Indah Plaza)
  31. Lontong Kari Sapi
  32. Bolen Kartika Sari
  33. Es Hareudang
  34. Tenda Nasi (Otista)
  35. Riung Sunda
  36. Tahu Gejrot Cirebon
  37. Bakso Semar
  38. Kedai Sunda
  39. Fresh Milk
  40. Toko Taurus (Toko yang jualannya miras dan saya datang untuk beli air mineral -_-)
  41. dll..

Semoga suatu hari bisa mengunjungi kesana lagi 🙂

Bangunan miniatur Bandung pada suatu saat :)

 miniatur sungai di Bandung pada suatu waktu 🙂

Bagian yang sangat saya sukai setiap hari adalah ketika menantikan senja sore dari sudut tempat di Bandung :)

Bagian yang sangat saya sukai setiap hari adalah ketika menantikan senja sore dari sudut tempat di Bandung 🙂 karena setiap sore saya dapat berfikir sunyi dan bebas mengenai apapun

SAM_8768

SAM_8837

jangan tanya tingkat pedasnya seperti apa. sangat direkomendasikan untuk yang ke bandung, main mainlah ke steak ranjang di dipati ukur (deket richeese factory bandung)

Bakalan Rindu banget sama kegiatan senam BPLHD setiap jum'at :) *walaupun pas senam saya pakai senam gaya sendiri >< hehe*

Bakalan Rindu banget sama kegiatan senam BPLHD setiap jum’at 🙂
*walaupun pas senam saya lebih sering tertawa sendiri dibandingkan senamnya 🙂 buat adek adeknya yang penasaran saya beli rok celana dimana, bisa lah di prospek sama saya kedepannya. ahahah 

Akhirnya

Akhirnya,

Setelah semua ikhtiar yang telah kita kerahkan selama ini, tak kah kita sadar Allah lebih mengetahui rencana yang lebih baik untuk kita? 

Ia tahu, mungkin belum tepat, ada sesuatu yang harus kita selesaikan sebelum meninggalkan banyak hal, sebelum melanjutkan banyak hal di luar sana.

Dan tugas kita? teruslah berjalan dengan genggaman mimpi dan keyakinan di hati kita. Jika ini memang yang terbaik, untuk kita maka Allah takkan pernah menyia nyiakan kita. Tak peduli, seperti apa yang orang lain katakan, tak peduli dengan siapa yang akan melangkah lebih dahulu. 

Karena kita sedang meniti jalan cintaNya. Bersama. 🙂

Ketika akhirnya saya tahu, kenapa ujian ini datang, kenapa segalanya seakan dipersulit, dan mungkin inilah jawabannya 🙂

Bekasi, 24 Maret 2015

23.41 wib

Islamic Book Fair 2015

Akkk tahun ini, sepertinya tidak bisa mengunjungi Islamic Book Fair yang tengah dilaksanakan di Istora Senayan sampai tanggal 8 Maret 2015. Tugas Magang, memaksa saya bertahan lebih lama di Bandung sampai tanggal 9 (Hiks. )

Dikarenakan tahun ini tidak bisa ke IBF, saya tidak merencanakan buku apa yang hendak saya beli, hingga suatu hari seseorang saudari mengirimkan wa singkat “Ken, mau nitip buku apa? aku di IBF.” Aaaak. Alhamdulillah, ada yang masih ingat kalau saya sangat sangat menyukai buku tapi tidak bisa ke IBF tahun ini :3. karena tidak ada persiapan akhirnya saya menjawab buku yang memang sempat memenuhi rasa penasaran saya beberapa waktu silam “Segenggam iman anak kita punya ust.fauzil Adhim ada?” Jawabku.

“Ada.” begitu katanya

“Take 1 da” sahutku tak kalah antusias

tak beberapa lama, wa saya berbunyi . setelah dilihat ternyata dari saudari saya, ada foto buku lain dengan judul “Menata Niat Mewujudkan Ikhlas” tulisan dari DR. Yusuf Qardhawi,dan ia bertanya “mau enggak?”

“Oke Ambil” < Respon Paling enggak mikir sedunia -_->

Selepas itu, dia menawarkan banyak buku-buku bergenre pernikahan.

“Ken, Baca ken.” Begitu captionnya di salah satu foto buku tentang pernikahan

“udahan”

“ken yang ini ken” kirimnya lagi. Kata ummi aku, kamu harus baca

“-_-. kagak.”

Sore hari nya,

“Ken Risalah Dakwah, mau enggak?”

” (Dalam Hati “Ini orang -_-“) Serial berapa da?”

“ada yang ke 1-4”

“aku 1,2 udahan baca, kurang 3-4.”

“Ada ken, diskon yang ke 3 jadi ***** yang ke 4 jadi *****.”

“Cinca? < Respon shock”

“Cincau”

“-_-”

“Ambil da, ahahak, dua bahasa kah?”

“Iya.”

Sore hari di waktu maghrib, ia kembali bertanya “Masih ada buku yang dicari kah? Buku Nikah?”

“Enggak adaa. Kagak -_-”

Dan alhasil ada 4 buku untuk tahun ini yang harus saya kejar baca (selain buku Tafsir Fii Zhilail Qur’an yang belum selesai dibaca -___-)

Jazaakillahu Khairan Shalihah, sekalipun tak dapat meramaikan suasanya jual beli buku disana, In syaa Allah tetap dapat targetan bukunya. Terima kasih telah memahami buku buku dengan genre pemikiran islam jauh lebih saya cintai dari buku pernikahan. Merci Beaucoup:3

*siap siap pulang lihat harga buku –‘*

Bandung, 5 Maret 2015

Semoga buku yang dibaca dapat memberi manfaat :3

Pelangi

-Bagian terbaik ketika hujan adalah ketika pelangi dapat terlihat setelahnya.-

Senja sore itu, kita melihatnya

bersamaan.

dua tahun sebelumnya, ketika pesawat masih berada diatas 20000 kaki, aku lebih dulu melihat pelangi, sebelum akhirnya ketika turun menembus awan, aku tahu bahwa sedang hujan deras pastinya dibawah, dan benar dibawah sedang hujan. tapi sepertinya, kamu lebih dahulu melihat hujan di kota lain, sebelum akhirnya melihat pelangi

kita tak pernah saling bicara

Hanya kadang sesekali aku dengan segenap keberanian berani menyapa, tapi aku tahu, pasti kamu hanya bisa diam.

Ketika aku ada dalam permasalahan, sesekali aku bercerita

Tapi engkau hanya terdiam sambil menikmati angin sore yang menerpa,

dan aku tahu, aku tak kan pernah mendapat jawaban pencerahan,

tapi selalu saja aku beranikan diri untuk berbisik kepadamu dan berkata

“terima kasih telah mendengar”

hari demi hari semakin  berganti

Aku dan kamu sama-sama bertambah usia.

hanya saja, kamu lebih cepat pergi

dan meninggalkan saya kesepian disini.

setelah hari itu,

setelah kita sempat melihat pelangi bersama

Setelah itu kamu pergi

Terima kasih karena pernah ada

Disini. Ya disini.

Pepohonan di Jalan Asia Afrika

*Pepohonannya ditebang sama dinas pertamanan -_-*

Ahok -vs- DPRD, dan Jungkir Balik Nalar Publik

Iwan Yuliyanto

Bismillah …

Polemik antara Ahok dan DPRD DKI terkait APBD DKI 2015 dan “anggaran dana siluman” makin memanas. Mereka saling tuding dan serang. Kemudian publik meresponnya melalui gerakan #SaveAhok. Sayangnya, tujuan dan kegiatan gerakan tersebut malah jauh dari substansi masalah. Bahkan ada yang melebarkan sampai ke ranah SARA.

Penggunaan hak angket yang berawal dari kebuntuan komunikasi eksekutif-legislatif dalam penyusunan APBD ini sebenarnya hanya persoalan ketatanegaraan biasa. Hak angket, hak menyatakan pendapat, dan hak interpelasi adalah hak-hak yang memang menjadi kewenangan DPRD. Keterlibatan DPRD dalam proses penyusunan APBD merupakan kewajiban, karena itu merupakan tugas DPRD yaitu membahas dan memberikan persetujuan rancangan peraturan daerah mengenai APBD yang diajukan oleh Kepala Daerah.

Urusan internal ketatanegaraan yang menurut saya biasa saja ini bisa sampai melibatkan kegaduhan publik akibat opini-opini sesat yang berkembang di media. Sehingga di media sosial muncul meme-meme yang gak nyambung dengan inti masalahnya.

Oleh karena itu, agar jernih meilhat persoalan ini…

View original post 1,780 more words

Cantik itu Menarik (?)

Sudah cukup lama ya sepertinya, kita melihat iklan iklan berseliweran, entah itu di Facebook, Twitter, Instagram, Pasar sampai Mall. Kita melihat alat-alat kecantikan, entah itu peninggi, pemutih, penggemuk, pelangsing, pemerah bibir, pembentuk alis dan entah lainnya sampai saya yang perempuan saja tak paham -_-

Lalu, terlintas di benak saya, apakah cantik harus demikian? Harus seputih wanita Thailand atau korea? dengan tinggi semampai? dengan bibir berwarna merah merekah? dengan alis setebal crayon sinchan? atau yang seperti apa?

Rasanya, tak patut saya menjudge makna cantik yang ada pada setiap orang. Mungkin yang lain demikian. Ah tapi sudahlah, di tulisan ini saya hanya mencoba memaparkan cantik definisi saya dan kaitannya dengan daya tarik.

Cantik dalam pandangan saya, bukan orang yang terlihat demikian. Jika ada seseorang yang dilahirkan dengan deifinisi seperti yang saya jabarkan di point sebelumnya, alhamdulillah. Jika tidak, enggak usah maksain lah. saya sering bertemu dengan wanita cantik edisi demikian, dan ketika melihat wanita yang cantik seperti itu, saya sebagai perempuan mungkin akan takjub +- 5 menit (laki-laki bisa lebih bisa kurang mungkin), setelahnya pertanyaan banyak berkumpul dalam fikiran saya, “apakah wanita tersebut pandai memasak? pandai mengelola keuangan? punya akhlak yang baik? apakah pemikirannya baik? apakah cara menyelesaikan masalahnya baik? apakah nyambung kalau diajak ngobrol?” dan lainnya. dan Jika mayoritas jawabannya tidak, saya langsung memaksa diri saya berfikir keras (bercanda. hehe), respon saya mungkin hanya “Oh” dan sisanya berlalu begitu saja, sama seperti yang lain.

Hal yang sama saya lakukan ketika melihat wanita dengan wajah biasa saja. dan sepertinya saya tertarik dengan point kedua ini, mereka jumlah nya banyak, dengan tingkat pemikiran, akhlak, pengelolaan keuangan, dan laiinnya yang seringkali saya temukan (alhamdulillah) lebih baik dari wanita pada point sebelumnya (walaupun juga pasti ada di point sebelumnya yang jawabannya iya, tapi apa daya, saya jarang dianggap kalau dikumpulan orang-orang dengan ciri ciri High Class seperti itu #eh (Aku mah siapa atuh!))

Misalnya, saat saya duduk di bangku menengah dulu, katakanlah ada kakak kelas yang mungkin secara fisik mungkin tidak akan dilihat sama teman teman dikelasnya, tapi ketika saya berbicara dengan beliau waaah, Ma syaa Allah. wawasannya luas, cara menyampaikannya baik, cerdas (saya pernah beberapa kali bersama beliau ikut lomba baik olimpiade maupun lomba IT), dan beliau termasuk orang-orang yang “menceburkan” saya dalam dunia dakwah hingga hari ini (Jaazakillah khairan kakak 🙂 ). jangan tanya tentang kemampuan masaknya, bahkan disaat umurnya yang masih belia, beliau sudah memikirkan untuk menghidupi 7 orang adik dibawahnya, termasuk membiayai kuliah diri sendiri (dan beliau sekarang sudah wisuda 🙂 Baarakallah kak, semoga ilmunya bermanfaat )

Atau ketika saya bertemu dengan seseorang yang biasa-biasa saja, tidak ada yang diketahui terkait dia, kecuali beliau adalah seorang mahasiswa di X, dan ketika saya bertemu dengan beliau, waaah, lagi lagi membuat saya takjub, beliau punya hafalan sekian, saat semester 5 beliau diminta untuk memilih melanjutkan kuliahnya di Swedia, dan seorang lulusan terbaik pada akhirnya 🙂  Baarakallah

Atau ketika saya bertemu dengan seseorang yang lain lagi, beliau adalah seseorang yang biasa saja, mungkin jarang terlihat, tapi setiap pagi beliau membantu orangtuanya berjualan sebelum berangkat ke kampus Y, Membiayai sendiri biaya kuliahnya, menghidupkan banyak rohis sekolah, dengan amanah yang setumpuk banyak itu, beliau masih menyempatkan untuk makan-makan dan silaturahim dengan teman lainnya.

Ada lagi, seseorang yang memilih mundur dari sebuah kampus ternama hanya karena keinginannya untuk menikah, keputusan yang sangat tidak logis menurut saya saat itu. Sebuah keputusan yang membuat saya selama beberapa hari saat semester 1 pulang malam untuk membuat beliau memikirkan matang-matang keputusannya. Dan kabar saat ini yang saya dengar dari beliau, beliau ikut dalam sekolah tahfidz, menghidupkan TPA dan menulis sebuah buku (sudah diterbitkan ^_^).

Banyak lagi sebenarnya yang semakin membuat saya bergumam “Aku mah apa atuh, cuma rumput dipinggiran, mau ngikutin mereka, tapi mereka sudah berlari cepat dan saya masih diam dipinggiran jalan -_-.”

Menarik, sungguh menarik. Bagi saya itu cantik, sungguh cantik. Mereka tak perlu ambil pusing mengenai tren yang menimpa anak muda saat ini, bagi mereka yang penting bukan itu, karena idaman mereka juga bukan artis artis yang harus berubah jadi serigala, jadi harimau, ataupun yang harus operasi plastik agar jadi idaman. Simpel. Mereka sudah berfikir untuk membangun peradaban, membentuk sebuah visi yang kadang saya masih belum bisa menjangkaunya.

Tapi buat kamu, yang mencintai pemutih, pemerah bibir, pengalis, dkknya. Ya silahkan aja, tapi itu cukup menghamburkan uang (beli alat dan bahannya, ngerawatnya), menyiksa diri (dan perasaan (?)), menghabiskan waktu, dan pasti ada efek samping nya kan secara kesehatan. Coba di fikirkan lagi ya. Kamu itu cantik, seperti apa adanya kamu (kata suami kamu ntar. ahahaak). Mendingan coba cari kegiatan bermanfaat lain yang bikin kamu lebih menikmati hidup sebagaimana mestinya. Menjadi Cantik itu menarik, tapi tak semuanya cantik itu harus secara fisik kok 🙂 udah lagi ntar kalau dapet suami yang bertolak belakang banget sama kebiasaan kamu, bisa bisa berantem terus entar. hehe. Berfikir duakali lah 🙂

Tapi, orang orang yang tadi saya sebutkan , nama-nama mereka memang tak pernah ada dalam tataran peserta Miss Universe, demikian halnya nama mereka dalam ajang Miss Indonesia , tapi saya belajar sangat banyak, dan sangat bersyukur karena telah dipertemukan oleh mereka. semoga Allah mencatat segala kebaikan yang ada pada diri mereka sebagai amalan kebaikan yang sempurna, dan meridhai setiap langkah mereka . Aamin

 

Bandung, 02 Maret 2015

*Menjadi cantik itu menarik, tapi menjadi cerdas bagi saya lebih menarik 🙂 *

Sebuah reminder termasuk untuk diri saya, karena ketika kita nanti meninggal, Allah takkan pernah bertanya mengenai apa warna bibir kita, berapa berat badan kita, atau sudah berapa banyak kontes kecantikan yang kita pernah ikuti 🙂