Cantik itu Menarik (?)

Sudah cukup lama ya sepertinya, kita melihat iklan iklan berseliweran, entah itu di Facebook, Twitter, Instagram, Pasar sampai Mall. Kita melihat alat-alat kecantikan, entah itu peninggi, pemutih, penggemuk, pelangsing, pemerah bibir, pembentuk alis dan entah lainnya sampai saya yang perempuan saja tak paham -_-

Lalu, terlintas di benak saya, apakah cantik harus demikian? Harus seputih wanita Thailand atau korea? dengan tinggi semampai? dengan bibir berwarna merah merekah? dengan alis setebal crayon sinchan? atau yang seperti apa?

Rasanya, tak patut saya menjudge makna cantik yang ada pada setiap orang. Mungkin yang lain demikian. Ah tapi sudahlah, di tulisan ini saya hanya mencoba memaparkan cantik definisi saya dan kaitannya dengan daya tarik.

Cantik dalam pandangan saya, bukan orang yang terlihat demikian. Jika ada seseorang yang dilahirkan dengan deifinisi seperti yang saya jabarkan di point sebelumnya, alhamdulillah. Jika tidak, enggak usah maksain lah. saya sering bertemu dengan wanita cantik edisi demikian, dan ketika melihat wanita yang cantik seperti itu, saya sebagai perempuan mungkin akan takjub +- 5 menit (laki-laki bisa lebih bisa kurang mungkin), setelahnya pertanyaan banyak berkumpul dalam fikiran saya, “apakah wanita tersebut pandai memasak? pandai mengelola keuangan? punya akhlak yang baik? apakah pemikirannya baik? apakah cara menyelesaikan masalahnya baik? apakah nyambung kalau diajak ngobrol?” dan lainnya. dan Jika mayoritas jawabannya tidak, saya langsung memaksa diri saya berfikir keras (bercanda. hehe), respon saya mungkin hanya “Oh” dan sisanya berlalu begitu saja, sama seperti yang lain.

Hal yang sama saya lakukan ketika melihat wanita dengan wajah biasa saja. dan sepertinya saya tertarik dengan point kedua ini, mereka jumlah nya banyak, dengan tingkat pemikiran, akhlak, pengelolaan keuangan, dan laiinnya yang seringkali saya temukan (alhamdulillah) lebih baik dari wanita pada point sebelumnya (walaupun juga pasti ada di point sebelumnya yang jawabannya iya, tapi apa daya, saya jarang dianggap kalau dikumpulan orang-orang dengan ciri ciri High Class seperti itu #eh (Aku mah siapa atuh!))

Misalnya, saat saya duduk di bangku menengah dulu, katakanlah ada kakak kelas yang mungkin secara fisik mungkin tidak akan dilihat sama teman teman dikelasnya, tapi ketika saya berbicara dengan beliau waaah, Ma syaa Allah. wawasannya luas, cara menyampaikannya baik, cerdas (saya pernah beberapa kali bersama beliau ikut lomba baik olimpiade maupun lomba IT), dan beliau termasuk orang-orang yang “menceburkan” saya dalam dunia dakwah hingga hari ini (Jaazakillah khairan kakak 🙂 ). jangan tanya tentang kemampuan masaknya, bahkan disaat umurnya yang masih belia, beliau sudah memikirkan untuk menghidupi 7 orang adik dibawahnya, termasuk membiayai kuliah diri sendiri (dan beliau sekarang sudah wisuda 🙂 Baarakallah kak, semoga ilmunya bermanfaat )

Atau ketika saya bertemu dengan seseorang yang biasa-biasa saja, tidak ada yang diketahui terkait dia, kecuali beliau adalah seorang mahasiswa di X, dan ketika saya bertemu dengan beliau, waaah, lagi lagi membuat saya takjub, beliau punya hafalan sekian, saat semester 5 beliau diminta untuk memilih melanjutkan kuliahnya di Swedia, dan seorang lulusan terbaik pada akhirnya 🙂  Baarakallah

Atau ketika saya bertemu dengan seseorang yang lain lagi, beliau adalah seseorang yang biasa saja, mungkin jarang terlihat, tapi setiap pagi beliau membantu orangtuanya berjualan sebelum berangkat ke kampus Y, Membiayai sendiri biaya kuliahnya, menghidupkan banyak rohis sekolah, dengan amanah yang setumpuk banyak itu, beliau masih menyempatkan untuk makan-makan dan silaturahim dengan teman lainnya.

Ada lagi, seseorang yang memilih mundur dari sebuah kampus ternama hanya karena keinginannya untuk menikah, keputusan yang sangat tidak logis menurut saya saat itu. Sebuah keputusan yang membuat saya selama beberapa hari saat semester 1 pulang malam untuk membuat beliau memikirkan matang-matang keputusannya. Dan kabar saat ini yang saya dengar dari beliau, beliau ikut dalam sekolah tahfidz, menghidupkan TPA dan menulis sebuah buku (sudah diterbitkan ^_^).

Banyak lagi sebenarnya yang semakin membuat saya bergumam “Aku mah apa atuh, cuma rumput dipinggiran, mau ngikutin mereka, tapi mereka sudah berlari cepat dan saya masih diam dipinggiran jalan -_-.”

Menarik, sungguh menarik. Bagi saya itu cantik, sungguh cantik. Mereka tak perlu ambil pusing mengenai tren yang menimpa anak muda saat ini, bagi mereka yang penting bukan itu, karena idaman mereka juga bukan artis artis yang harus berubah jadi serigala, jadi harimau, ataupun yang harus operasi plastik agar jadi idaman. Simpel. Mereka sudah berfikir untuk membangun peradaban, membentuk sebuah visi yang kadang saya masih belum bisa menjangkaunya.

Tapi buat kamu, yang mencintai pemutih, pemerah bibir, pengalis, dkknya. Ya silahkan aja, tapi itu cukup menghamburkan uang (beli alat dan bahannya, ngerawatnya), menyiksa diri (dan perasaan (?)), menghabiskan waktu, dan pasti ada efek samping nya kan secara kesehatan. Coba di fikirkan lagi ya. Kamu itu cantik, seperti apa adanya kamu (kata suami kamu ntar. ahahaak). Mendingan coba cari kegiatan bermanfaat lain yang bikin kamu lebih menikmati hidup sebagaimana mestinya. Menjadi Cantik itu menarik, tapi tak semuanya cantik itu harus secara fisik kok 🙂 udah lagi ntar kalau dapet suami yang bertolak belakang banget sama kebiasaan kamu, bisa bisa berantem terus entar. hehe. Berfikir duakali lah 🙂

Tapi, orang orang yang tadi saya sebutkan , nama-nama mereka memang tak pernah ada dalam tataran peserta Miss Universe, demikian halnya nama mereka dalam ajang Miss Indonesia , tapi saya belajar sangat banyak, dan sangat bersyukur karena telah dipertemukan oleh mereka. semoga Allah mencatat segala kebaikan yang ada pada diri mereka sebagai amalan kebaikan yang sempurna, dan meridhai setiap langkah mereka . Aamin

 

Bandung, 02 Maret 2015

*Menjadi cantik itu menarik, tapi menjadi cerdas bagi saya lebih menarik 🙂 *

Sebuah reminder termasuk untuk diri saya, karena ketika kita nanti meninggal, Allah takkan pernah bertanya mengenai apa warna bibir kita, berapa berat badan kita, atau sudah berapa banyak kontes kecantikan yang kita pernah ikuti 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Cantik itu Menarik (?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s