Menunggu

Lagi-lagi sebuah kata yang dibenci sebagian besar orang, yang akhirnya saya tuliskan hari ini.

Menunggu itu tentang menanti. Duduk dengan sabar atau terkadang berdiri dan menggerutu kesal, bisa jadi karena orang lain, atau hal lain yang sekiranya dianggap penting

Menunggu adalah sebuah peristiwa dimana, setiap orang diajarkan bersabar, bertahan, dan berprasangka baik tentang apa yang ditunggunya.

Menunggu melelahkan memang, sangat melelahkan. Tapi bukankah ketika apa yang telah kita tunggu selama ini telah hadir, mendekat dalam penglihatan kita, maka hilanglah segala lelah disambut dengan kesyukuran yang terucap dalam lisan lisan kita.

Pernahkah kamu melihat peristiwa seperti ini?

Seorang wanita yang menunggu kehadiran bayinya selama 9 bulan; Orang tua yang menunggu sang bayi hingga mengucapkan “papah” “mamah”; Seorang Ibu yang harus terjaga setiap malam menunggu anaknya terbangun, merengek minta diberikan ASI; Seorang Ayah yang menunggu anaknya menjadi sesosok pria dewasa yang tangguh yang kelak meneruskan perjuangan orang tuanya; Seorang mahasiswa yang menunggu dosen selama hampir seharian hanya untuk sebuah tanda tangan,

atau, kita melihat dari alam yang ada

Matahari yang menunggu sang bulan, atau sebaliknya; Bunga yang menunggu kumbang menghampirinya; Rerumputan yang menunggu angin mengibas dedaunannya; Batu yang menunggu air mengikis dirinya menjadi serpihan-serpihan kecil, dan sebagainya

Bagi aktifis dakwah, menunggu adalah sebuah ikhtiar yang pasti akan dijalankan dengan penuh kesabaran, atau bahkan ekstra kesabaran. Kemenangan adalah sesuatu yang takkan pernah diraih dalam waktu yang sebentar, bisa jadi dalam jangka waktu yang sangat panjang, atau mungkin saja bukan pada masa kita. dan itulah adil-Nya, Dia tak pernah melihat hasil akhir dari Ikhtiar maksimal kita, tapi dari proses apa yang telah kita lakukan, menyeluruh, sempurna dan Adil.

Bagi Aktifis Dakwah, menunggu adalah sebuah keniscayaan, ketika kalimatNya sudah di sampaikan dengan lisan, sudah diamalkan dalam perbuatan, maka menunggu adalah tindakan yang diambil selanjutnya, menunggu seluruh lapisan manusia dibukakakan hidayahNya, menunggu dan bersabar. untuk kemudian sambil melanjutkan perjalanan.

Maka menunggulah, selagi kita masih bisa menunggu, karena ada satu hal yang takkan pernah menunggu kita :Kematian, hanya itu. entah kapan 🙂

Bekasi

31 Maret 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s