Someone :’)

dakwah tak membutuhkan kita. tapi aku?

aku membutuhkanmu untuk menemani perjalanan

dalam tulisan ini, izinkan aku memanggilmu senja (bagiku senja adalah bagian terbaik :))

dirimu ingat tidak? pertemuan kita pertama kali, ketika itu dirimu memakai pakaian berwarna hitam bergaris lurus. Pertemuan kita sederhana,hanya berkenal nama dan asal, dalam sebuah kegiatan pengembangan yang dilaksanakan oleh senior kita. Perlahan, selama 6 bulan, kita ditempa dengan tensi, materi dan penugasan yang sama. perlahan juga, kulihat gaya pakaian mu mulai berubah 🙂 jauh lebih baik, jauh lebih baik. Hingga akhirnya, kita terikat dalam sebuah forum angkatan. dirimu banyak membantu dari segi pengelolaan keuangan forum angkatan kita. Takkah kau ingat?

Agenda, demi agenda, kegiatan demi kegiatan akhirnya berlalu. aku dan dirimu di amanahkan dalam posisi yang sama, sebagai kepala keputrian di tingkat fakultas. takkah kau ingat?

Amanah yang sama, membuat kita merasa senasib seperjuangan. Hampir setiap hari, kita selalu bersama, entah itu makan malam bersama, ngobrol, atau mabit bersama diakhir pekan. tak kah kau ingat?

atau seringkali disepanjang perjalanan aku bertanya, “senja, masih adakah nasihat yang tersisa untukku hari ini? senja, adakah kiranya perbuatanku yang tak mengenakkan saat syuro tadi? senja, ingatkan aku terkait kekuranganku yang harus ku perbaiki.”

hingga kepengurusan terus berlanjut, dan amanah baru dimulai.

kamu tetap dengan amanah mu sebagai kepala, dan aku mendampingi sebagai teman yang berusaha tetap disampingmu.

Masa masa sulit, aku mulai melihat perubahan pada wajahmu, dirimu terlihat lebih sedikit murung, lebih banyak diam, dan sesekali berkata, “Niken, aku sedih.”

kemudian sikapmu mulai berubah, aku melihat tekanan itu ada, hanya kita tahu, menyembunyikannya dalam hati mungkin akan jadi lebih baik.

waktu pun terus bergulir, terus berputar sampai aku sadar, dirimu mulai menghilang, meninggalkan jejak tanpa suara, yang terlihat hanya bayangan hitam perlahan memudar

Senja,

tak pernah ku temukan sahabat sekuat dirimu

yang memberikan hawa kesejukan, yang memberikan kesungguhan dalam hal apapun, sekalipun kau tahu, teman bodoh mu ini tak bisa menyaingimu

Senja,

Belum pernah kutemukan sahabat sepertimu

yang mendekapku lebih dalam, mendekapku lebih erat atau lebih sering kita habiskan waktu dengan menangis bersama. Sekalipun kau tahu, teman bodohmu ini tak selalu percaya dengan makna sahabat

Senja,

Belum pernah kutemukan sahabat sepertimu

yang mempercayaiku, ketika keadaan sama sekali tak mendukung ku kala itu

Senja,

Belum pernah ku temukan sahabat sepertimu

yang mengeja kata demi kata, yang membaca secara lamat lamat sebuah rasa, sekalipun dirimu tahu, teman bodohmu ini menggunakan sebagian besar logikanya dibanding perasaannya ketika bertemu orang lain

Senja,

Belum pernah kutemukan sahabat sepertimu

yang bersama tertatih berjalan, sambil seling demi seling harap tertanam, semoga generasi selanjutnya jauh lebih baik dari apa yang telah kita kerjakan saat ini

Senja,

tak kah kau ingat?

kita berjanji untuk bisa mengenakan toga bersama,

aku menunggumu.

Senja,

tak kah kau ingat?

kita selalu bercanda tentang siapa yang akan menggenapkan agama nya terlebih dahulu

aku kah? atau kamu?

dan aku selalu berharap jawabannya kamulah terlebih dahulu

agar aku merasa bahagia, karena dirimu akan senantiasa dalam kebaikan kebaikan lainnya

Senja,

Aku sedih

kata mereka dirimu hilang, semangatmu mati

aku tak mempercayainya,

semangatmu hanya sedang koma saja, sedang tertidur lelap, sedang melangkah berjalan berputar disekeliling kehidupan

dan aku yakin, semangatmu akan ada :’) ia akan hadir lagi

Senja,

Aku takut, aku takut ketika aku tak lagi mempercayai siapapun, takut ketika aku tak lagi membutuhkan siapapun, takut ketika aku akhirnya akan mematikan seluruh indera perasaku dan mengedepankan seluruh logikaku

Senja,

Aku mulai untuk tak lagi mengerjakan tanggung jawab akhirku di akademik;sama sepertimu, aku mulai mengundurkan diri di beberapa amanah yang lain, aku mulai menutup diri untuk tidak terlalu sering berkomunikasi dengan siapapun, dan perlahan aku mulai untuk tak bercerita apapun kepada siapapun

Senja,

Semoga Allah memberikan semangat lebih untukmu, untuk terus berada disini, bersama disini, setidaknya sebelum mungkin aku yang harus pergi.. :’)

Bekasi, 19 Mei 2015

Dibalik Senja ada sinar kehidupan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s