Ketika

menyedihkan memang, ketika kamu tak bisa memilih apa yang kamu suka.

-Anonymous, 2015-

menyedihkan memang,

sedari dulu, Arda tak dibiasakan banyak memilih, sejak TK, SD, SMP, SMA semuanya adalah pilihan orang tua, sampai masuk universitas, pilihan itu terletak bukan dari keinginan Arda.

tak disangka, Arda dipertemukan dengan orang – orang yang membuat Arda merasa tak sendirian, lebih dekat dari persaudaraan yang terjalin saat Arda masih di sekolah, sangat kuat. Arda merasa nyaman, tenang. seperti “Rumah” , begitu kata saudara yang lain pada suatu ketika.dan tak disangka, perjalanan bersama itu telah berjalan selama 3 tahun lamanya.

tapi lama-lama Arda sadar, mungkin Arda tak pantas berada disana. Arda dipindahkan, dan sama seperti sebelumnnya, Arda tak bisa memilih untuk berada bukan?

perlahan, perlahan, berjalan menjauh mungkin adalah pilihan yang sedang diambil Arda, sambil memfokuskan diri untuk tak memihak diantara keduanya. karena Arda tahu, ketika ia berusaha memilih, maka pilihannya akan terpatahkan oleh yang lain. Oleh karena itu, ia tahu, ia takkan bisa memilih.

*cerita fiksi*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s