Month: July 2015

30 Juni

“Karena hati akan selalu menyisakan ruang untuk menyimpan kata-kata kerinduan.”

Anonymous-

30 Juni 2015,

Bukan, judul tulisan ini bukan terinspirasi dari buku “Hujan dibulan Juni” nya Gurunda Sapardi Djokodamono (walaupun bukunya memang menginspirasi. hehe)

tulisan ini seharusnya ditulis 10 tahun lalu, oleh Daun yang sedang menggenggam hadiah perpisahan untuk teman baiknya.

Suatu hari,

Ada seorang perempuan kecil, jauh sebelum 10 tahun lalu, tinggal di sebuah tempat dimana banyak anak kecil masih menikmati masa-masa indahnya. Sebut saja perempuan kecil itu Ranting. Ranting adalah seorang anak supel, dan terkenal di sekolah dasarnya dulu. Di kehidupan lain, ada seorang perempuan yang hidup berkebalikan dengan ranting, sebut saja perempuan itu Daun.  Daun adalah seorang perempuan yang sangat pendiam, tak mudah dekat dengan orang lain, dan….

Daun adalah anak yang sering di bully oleh teman sekelasnya..

Pertemuan mereka sederhana, saat Daun seperti biasa sedang di bully dan dimusuhi teman kelas seperti biasanya, ranting hadir memberikan perlindungan. Sederhana, kemudian sering menghabiskan waktu bersama. Mengagumi banyak hal yang sama, sekalipun mereka tahu, bahwa masa sekolah merupakan masa – masa membosankan.

Daun tak punya banyak teman, ah atau lebih tepatnya memang ia tak punya teman. Bullyan teman-temannya membuatnya tak suka bersosialisasi dan mempercayai manusia, baginya, kehidupan damai hanya ia temukan pada tanaman tanaman dan hewan yang disekelilingnya. Ranting pun paham, dan tak pernah sedikitpun memprotes apa yang hendak dilakukan oleh Daun. Tapi, seperti biasa, ia datang tersenyum sambil bercerita banyak hal kepada Daun sepanjang hari. Ranting sering sekali menggenggam erat tangan Daun untuk mengajaknya mengenal kehidupan. Dibawah aduan Layang-layang, dikeramaian pasar, di bawah rindangnya pohon, di gaduhnya suara kendaraan, di heningnya tempat-tempat peribadatan.

Kalau kata banyak orang pada saat itu,  mereka berdua seperti pohon, jika satu menghilang maka yang lain takkan kelihatan pada hari itu juga.

Daun dan Ranting juga saling berlomba dalam prestasi kelas. Karena hal itulah yang sangat disukai oleh Daun. Berlomba tentang siapa yang akan juara 1, berlomba dibidang olahraga dan lainnya. Tapi kondisi tersebut menjadi berbeda, ketika mereka ditempatkan dalam kelas berbeda beberapa tahun kemudian. Ranting tetap mempunyai banyak teman, dan Daun? seperti biasa ia hanya menjadi anak yang apatis terhadap keadaan sekitar. Teman-teman kelas disekeliling Daun saat itu berteman hanya untuk mendapatkan peringkat yang baik dan memperoleh ketenaran.

Waktu berlalu, hingga akhirnya, Daun mengetahui kalau ayah Ranting terlibat dalam hutang yang sangat besar kepada seorang pengusaha. Tapi ranting selalu menunjukkan senyuman, menunjukkan kepastian kalau semuanya akan baik baik saja. Tapi Daun tahu, ada yang tidak baik – baik saja.

Hingga pada akhirnya, 30 Juni 2005 merupakan Hari perpisahan sekolah dasar, sekaligus pemberian hadiah kepada siswa terbaik di sekolah.. Daun hadir dan menjadi salah satu terbaik di sekolah. Ranting? ia pergi. Ia pergi tanpa pamit. Ia meninggalkan seribu macam tanya yang tak sempat diucapkan oleh Daun.

Ranting meninggalkannya, begitu kata Daun dalam hatinya. Ah tidak, sergahnya. Ranting hanya pergi sementara, tak lama ia pasti kembali kesini juga.

Bagi anak yang tak pernah percaya pada orang lain seperti Daun, kehadiran Ranting bagaikan cahaya di tengah gelap kesepiannya. Ia seperti bulan yang hadir hanya disaat gelap, ketika matahari datang ia menghilang.

10 tahun sudah,

Kini, Daun dan Ranting sudah dewasa, sama sama mahasiswa tingkat akhir dari sebuah universitas di Ibu Kota. Daun kini sudah berubah menjadi Ranting, walaupun tak bisa menyamai ranting dalam banyak hal. dan Ranting? 🙂

Daun tetap merindukan kehadiran Ranting di 30 Juni nya. Menunggu di gang dimana mereka seperti biasa bertemu jauh sebelum itu. takkah kau ingin bertemu dengannya Ranting? 🙂

Ranting, Daun pernah bercerita kepadaku, tentang sosokmu yang menjadi penyemangat itu. 10 tahun sudah, begitu katanya pada suatu ketika. Takkah kau ingin agar kalian bisa duduk sejenak dan bermain bersama seperti dulu? Ranting, Rindu itu tentang kamu 🙂

Bekasi,  30 Juni 2015 + … Jam

00.15

Ditempat dimana Daun biasa menunggu..