Month: September 2015

Maaf tanpa Makna

Bismillah

Maaf tanpa makna, adalah ketika kamu, meminta maaf berulang kali, namun tetap melakukan hal yang sama. Melakukan hal yang sama berulang ulang, dan jatuh pada kesalahan yang sama

Maaf tanpa makna adalah ketika kamu mengirim pesan “afwan, maaf, sorry, punten dkk..” namun tak ada keinginan dirimu untuk memperbaikinya

Menyedihkan memang, sebagai seseorang yang sudah dewasa, dengan berbagai macam kesibukan, berbagai macam aktifitas, tak paham betapa dalam makna kalimat “afwan, maaf, sorry, punten dkk..”

Kalimat maaf yang disampaikan kepada penerima, akhirnya membuat penerima mengerjakan kewajiban yang seharusnya turut dipikul oleh pemberi pesan. Seakan akan, penerima adalah pengangguran yang tak ada aktifitas.

Maaf tanpa makna adalah ketika kamu meninggalkan apa apa yang seharusnya menjadi kewajibanmu dengan perasaan tenang. Kewajibanmu adalah amanahmu, amanahmu adalah tanggung jawabmu, tanggung jawabmu adalah perilakumu, dan kelak perilakumu akan Allah perlihatkan dihadapan milyaran manusia di hari kiamat kelak. Tapi sayang, kamu masih meninggalkan itu dengan perasaan tenang bahkan penuh kebahagiaan.

Kewajiban itu lebih banyak dari waktu yang anda miliki. Maka bantulah orang lain supaya memanfaatkan waktunya (juga). Kalau anda berurusan persingkatlah waktu pelaksanannya. Hasan Al Banna

Kenali secara baik anggota barisan anda satu persatu. Hendaklah anda memperkenalkan diri kepada mereka dengan MENUNAIKAN semua hak persaudaraan mereka berupa CINTA KASIH, PENGHARGAAN, PERTOLONGAN, dan MENGUTAMAKAN ORANG LAIN. Seterusnya hadirilah semua pertemuan yang mereka adakan tanpa absen kecuali dengan izin syar’i. Usahakanlah selalu bermuamalah kepada mereka. Hasan Al Banna

Bekasi, 30 September 2015

22.38 WIB

Ketika kata maaf, gugur jauh ke dalam hati menjadi tanpa makna

Duniaku tanpa Handphone

Bismillah

Ayey pekan ini akhirnya bisa merasakan lagi kehidupan tanpa gadget. entah kenapa setiap melepas gadget dalam bagian hidup saya rasanya sangat tenang. Semuanya berjalan sesuai dengan apa yang memang saya inginkan.
Berikut ini beberapa keuntungan ketika hidup tanpa handphone (menurut saya) :

  1.  Berhasil Menyusun Alur Konsep tentang sesuatu

Menyusun konsep adalah salah satu aktifitas yang sangat saya sukai, tapi sayangnya menyusun konsep hanya bisa saya lakukan ketika saya dalam kondisi hening dan sunyi (bisa dirumah, di perpustakaan, Bandung, Puncak). dan ketika saya tidak memegang handphone, saya bisa melakukannya dimanapun (di motor, perjalanan, laboratorium dll..). ternyata perjalanan menyusun ini tak hanya berakhir dalam tataran konsep, saya alhamdulillah bisa sampai menyusun tahap teknis dari pembahasan yang saya fikirkan.

2. Punya “My time”

“Having my Own time” adalah sesuatu yang hampir sangat tidak mungkin terkadang bagi saya (cielaah sok banget sibuk) selama beberapa tahun terakhir. agenda biasa saya biasanya dilakukan pada saat saya mengerjakan hal lain (nyambi). Kemudian setelah negara api menyerang handphone dijauhkan dari kehidupan saya , saya bisa sering me-refresh pikiran saya. Buku buku yang sudah lama tidak dibaca akhirnya dapat dibaca, Novel Agatha Christie, buku buku lainnya dapat diselesaikan dalam waktu satu hari. Tak hanya itu, saya bisa nonton, mengulang hafalan, dan lainnya.

3. Lebih bersosialisasi

Saya akui, handphone membuat saya bisa menjangkau banyak orang pada jangkauan lokasi yang cukup jauh dan kapanpun. Tapi handphone sering juga membuat saya lalai untuk berkomunikasi dengan orang orang dekat di sekeliling saya. Ketika dunia saya dijauhkan dari handphone (otomatis saya juga terjauhkan dari ribuan notifikasi yang mampir ke dalam handphone saya tiap harinya), saya justru merasakan sebaliknya. Walaupun secara jangkauan, lingkungan sosialisasi saya lebih kecil, tapi persahabatan saya yang sempat renggang dengan orang-orang di sekeliling saya perlahan mulai membaik. Saya menjadi lebih sering berkomuniikasi secara langsung dengan teman – teman saya, baik itu dalam bentuk makan bersama, jalan bersama, numpang tidur siang atau hanya sekedar bercerita singkat. Yap, I’ve got the point. 

4. Bisa main Criminal Case

Ayey ! Kelebihan macam apa ini, tapi tak apalah jadi lebih sering main. ahahahahahak

Tapi, setiap kelebihan pasti ada kekurangan kaaan. Nah kekurangan tanpa handphone itu (menurut saya lagi pastinya)

  1. Selalu kena PHP

Wah di PHP in siapa? karena saya mahasiswa single  yang baik, saya sering terkena PHP dari dosen dosen. Hampir setiap hari bulak balik kampus, tapi ternyata enggak jadi bimbingan, hiks. akhirnya daripada saya galau dan tak bisa menjawab pertanyaan semut di dinding yang menatap saya curiga, saya ke kosan teman saya untuk tidur siang (lho?) karena rasanya di kasih harapan itu udah kayak diajakin naik ke langit tapi ditinggal pas ditengah tengah (lhoh?)

2. Enggak bisa menghubungi jarak yang jauh

Ini sih enggak usah di bahas ya, kalau enggak ada handphone, bisa jadi saya harus bulak balik jatinegara-ciputat setiap hari untuk penelitian.

Anyway, menurut saya handphone itu penting bangeeet. Tetapi saya sangat senang karena saya ada hari tanpa handphoneee, dan sepertinya kapan kapan saya harus merutinkan itu juga, untuk bisa merefresh pikiran saya dari informasi luar yang kadang sangat overload dan berputar putar dalam fikiran saya. Awalnya 4 hari, lama kelamaan bisa sampai 1 pekan atau kalaupun masih belum bisa, 2 hari cukup sepertinya. 🙂

Bekasi, 24 September 2015

23.06

Disaat baru megang handphone lagi setelah 4 hari :3

Rasa

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian atau pengorbanan (Salim A Fillah).

Bismillah,,

hai bangunan, maukah kuberitahu tentang sesuatu?

tentang sesuatu rasa, yang tak pernah aku dan kamu sadari sebelumnya

tentang sebuah rasa, yang hanya dapat disimpan dalam dalam entah sampai kapan

tapi kau telah memulainya dengan keberanian,

mengokohkan diri menjadi sahabat bagi lantai lain

sedangkan lantai? Lantai hanya sedang menunggu atau memberanikan diri untuk bertemu bangunan lain

**

Nan..

kamu adalah bangunan, yang tak pernah lantai sempat ajak bicara

hanya sempat lantai dengan sembunyi sembunyi mencari tahu apa yang sedang kau bicarakan dengan yang lain

Nan..

kamu adalah bangunan, yang tak sempat lantai ajak berkeliling melihat warna langit bersama

Kalian hanya pernah saling memandang langit, dan kemudian tersenyum dengan isi hati yang berbeda

Nan..

Kamu adalah bangunan, yang tak berani lantai selami lebih dalam kehidupannya

warna warni kehidupanmu, hanya itu yang langit tahu

Nan..

Kamu adalah bangunan, yang tak pernah lantai ajak bermimpi bersama

Hanya saja lantai tahu, kamu selalu hidup dengan visi yang jelas

***

Kemudian, lantai tahu, bahwa rasa selalu menuntut tanggung jawab

dan lantai tak bisa, lantai tak mampu

dan lantai tahu

bahwa rasa yang tak bisa dipertanggungjawabkan harus dikorbankan, harus dipersilahkan pergi dengan segenggam harap yang takkan pernah sampai ke penerimanya

Lantai pun tahu, Allah telah memberikan jawabannya

*tulisan fiksi*

Bekasi

04/09/2015

“Karena Allah selalu memberikan kejutan kejutan untuk mewarnai perjalanan..”

Dan

Bismillah

Kemarin, merupakan salah satu hari yang menentukan hidup saya. Setelah segala ikhtiar yang saya lakukan selama 2 pekan sebelumnya, maka kemarin adalah penentuannya.. Sejak pagi saya telah stand by di tkp. Kalau ada semut semut yang berjalan di dinding, menatapku curiga, seakan penuh tanya, sedang apa disini,

“Menanti jodoh dosen.” jawabku

~tetiba nyanyi~

~balik lagi~

Sejak pagi, dengan kondisi tidak membawa handphone (karena masih rusak) saya berusaha menunggu di depan ruang tunggu. tanpa kabar, pun tak ada jawaban. Saya memutuskan menunggu.

waktu beranjak semakin siang, tanpa ada kepastian kehadiran. Mungkin karena rasa takut, dan cemas, serta tak tahu lagi harus bertindak apa, akhirnya saya menangis (tumben bangeeet baper begini) dan saya sangat ingat sekali, saat saya nangis itu saya berdoa sama Allah ” Yaa Allah, kalau memang ini baik, saya tahu rencana Engkau pasti lebih baik.”

Ketika diperjalanan menuju fakultas lagi (untuk menunggu) saya benar benar memperbanyak istigfar dan entah kenapa ayat ayat tentang pertolongan Allah terus terngiang ngiang.

waktu ashar berlalu, ketika waktu akademik menunjukkan jam habisnya, dan ketika saya hanya bisa duduk lemas, dan benar benar memasrahkan semua.

hingga..

Handphone teman saya berdering, “beliau nelfon ken.”

degdeg.degdeg. (sengaja deg deg nya dibuat dua kali supaya mirip musik dunia lain)

“assalamu’alaikum bu”

“waalaikumussalam, niken kapan terakhir ….?”

“jam 17.00 bu.”

“enggak jam 4?”

“saya minta dispensasi waktu bu.”

“oh baik, ketemu sekarang ya niken, saya baru tiba di kampus, ketemu di lobby aja.”

“baik bu.”

dan Alhamdulillah, akhirnya dalam waktu 5 menit terakhir, saya bisa mencapai goalsnya.

benar benar sesatu yang tak diduga sebelumnya, ternyata Allah memberikan jalan seperti ini. setelah semua selesai, tak henti hentinya saya bersyukur atas segala kejadian kemarin..

Dan Allah takkan pernah menyianyiakan hambaNya, seburuk apapun dia. :’)

Bekasi

01 September 2015