Duniaku tanpa Handphone

Bismillah

Ayey pekan ini akhirnya bisa merasakan lagi kehidupan tanpa gadget. entah kenapa setiap melepas gadget dalam bagian hidup saya rasanya sangat tenang. Semuanya berjalan sesuai dengan apa yang memang saya inginkan.
Berikut ini beberapa keuntungan ketika hidup tanpa handphone (menurut saya) :

  1.  Berhasil Menyusun Alur Konsep tentang sesuatu

Menyusun konsep adalah salah satu aktifitas yang sangat saya sukai, tapi sayangnya menyusun konsep hanya bisa saya lakukan ketika saya dalam kondisi hening dan sunyi (bisa dirumah, di perpustakaan, Bandung, Puncak). dan ketika saya tidak memegang handphone, saya bisa melakukannya dimanapun (di motor, perjalanan, laboratorium dll..). ternyata perjalanan menyusun ini tak hanya berakhir dalam tataran konsep, saya alhamdulillah bisa sampai menyusun tahap teknis dari pembahasan yang saya fikirkan.

2. Punya “My time”

“Having my Own time” adalah sesuatu yang hampir sangat tidak mungkin terkadang bagi saya (cielaah sok banget sibuk) selama beberapa tahun terakhir. agenda biasa saya biasanya dilakukan pada saat saya mengerjakan hal lain (nyambi). Kemudian setelah negara api menyerang handphone dijauhkan dari kehidupan saya , saya bisa sering me-refresh pikiran saya. Buku buku yang sudah lama tidak dibaca akhirnya dapat dibaca, Novel Agatha Christie, buku buku lainnya dapat diselesaikan dalam waktu satu hari. Tak hanya itu, saya bisa nonton, mengulang hafalan, dan lainnya.

3. Lebih bersosialisasi

Saya akui, handphone membuat saya bisa menjangkau banyak orang pada jangkauan lokasi yang cukup jauh dan kapanpun. Tapi handphone sering juga membuat saya lalai untuk berkomunikasi dengan orang orang dekat di sekeliling saya. Ketika dunia saya dijauhkan dari handphone (otomatis saya juga terjauhkan dari ribuan notifikasi yang mampir ke dalam handphone saya tiap harinya), saya justru merasakan sebaliknya. Walaupun secara jangkauan, lingkungan sosialisasi saya lebih kecil, tapi persahabatan saya yang sempat renggang dengan orang-orang di sekeliling saya perlahan mulai membaik. Saya menjadi lebih sering berkomuniikasi secara langsung dengan teman – teman saya, baik itu dalam bentuk makan bersama, jalan bersama, numpang tidur siang atau hanya sekedar bercerita singkat. Yap, I’ve got the point. 

4. Bisa main Criminal Case

Ayey ! Kelebihan macam apa ini, tapi tak apalah jadi lebih sering main. ahahahahahak

Tapi, setiap kelebihan pasti ada kekurangan kaaan. Nah kekurangan tanpa handphone itu (menurut saya lagi pastinya)

  1. Selalu kena PHP

Wah di PHP in siapa? karena saya mahasiswa single  yang baik, saya sering terkena PHP dari dosen dosen. Hampir setiap hari bulak balik kampus, tapi ternyata enggak jadi bimbingan, hiks. akhirnya daripada saya galau dan tak bisa menjawab pertanyaan semut di dinding yang menatap saya curiga, saya ke kosan teman saya untuk tidur siang (lho?) karena rasanya di kasih harapan itu udah kayak diajakin naik ke langit tapi ditinggal pas ditengah tengah (lhoh?)

2. Enggak bisa menghubungi jarak yang jauh

Ini sih enggak usah di bahas ya, kalau enggak ada handphone, bisa jadi saya harus bulak balik jatinegara-ciputat setiap hari untuk penelitian.

Anyway, menurut saya handphone itu penting bangeeet. Tetapi saya sangat senang karena saya ada hari tanpa handphoneee, dan sepertinya kapan kapan saya harus merutinkan itu juga, untuk bisa merefresh pikiran saya dari informasi luar yang kadang sangat overload dan berputar putar dalam fikiran saya. Awalnya 4 hari, lama kelamaan bisa sampai 1 pekan atau kalaupun masih belum bisa, 2 hari cukup sepertinya. 🙂

Bekasi, 24 September 2015

23.06

Disaat baru megang handphone lagi setelah 4 hari :3

Advertisements

5 comments

  1. Wow good job! Aku baru bisa diet socmed aja nih. 2 aplikasi socmed favorit, udah sebulan lebih aku hapus dr HP. Masih blm bs mengurangi ketergantunganku thdp HP sih. Tp lumayan gak separah dulu.

    1. iyaa kaaa, kakak juga kereen, soalnya jaman sekarang kayaknya anak anak muda (tsaah bahasanya) susah banget untuk lepas dari ketergantungan handphone.

      aku mau punya mimpi kak, supaya anak anak aku nantinya enggak terlalu ketergantungan sama handphone juga kayak mamah dan ayahnya ( gaya beneer ya kak. skripsi aje masih belomaan udah bahas masa depan. ahaha)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s