Just asking

beberapa tahun ini,,
pandangan saya tertuju pada pemandangan khusus
disela-sela perjalanan menuju bekasi
atau ditaman-taman di daerah kota

sebuah keluarga yang tinggal didalam gerobak
tak hanya sehari atau dua hari
tapi bertahun-tahun

jangan berandai-andai gerobak itu seperti kereta cinderella
atau seperti kereta yang digunakan oleh wanita-wanita korea

gerobak itu beralaskan kayu,
beratapkan langit,
berdindingkan kayu

jangan tanya masalah luas
ukurannya mungkin tak lebih dari luas liang lahat, atau mungkin lebih kecil lagi

aku hanya ingin bertanya,
“apakah disaat malam rasanya dingin bu?”
“apakah sama seperti didalam rumah, atau seperti di tenda, atau seperti apa?”
“Lalu, kenapa ibu masih bertahan dengan bapak? karena cinta kah? atau karena apa?”
“kenapa ibu bisa memiliki banyak anak dalam kondisi seperti ini? bagaimana cara ibu bisa bertahan?”
“bu, apa makna kehidupan menurutmu?”

Bapak yang sedang menarik gerobak,
saya pun punya pertanyaan yang berharap dijawab oleh orang sepertimu

“pak, bagaimana rasanya saat engkau harus menarik keluargamu seharian untuk berpindah-pindah?”
“pak, apakah gerobak itu berat?”
“pak, bagaimana dengan kaki-kakimu yang langsung menapak panasnya aspal tanah, bukankah itu menyakitkan? bahkan kakiku yang sudah dilapisi kaos kaki saja pernah tidak kuat untuk berjalan tanpa sandal gunung lebih dari 1,5 hari saat memasuki pedalaman papua”
“pak, kharisma apa yang engkau miliki, hingga ibu tak berpaling menatap pria lain?”
“pak komitmen seperti apa yang telah kau buat dengan ibu, hingga kau sanggup bersinergi untuk membesarkan anak-anakmu?”
“pak, apa arti kehidupan menurutmu?

aku hanya merenung,
dan memikirkan jika aku di posisimu,
Ketika menjadi yang mendorong,
atau menjadi sang ibu, yang melahirkan anak-anak dan membantu kehidupan suami

aku tak tahu, biarkan pertanyaan ini terjawab pada waktu yang tepat.
semoga Allah selalu melindungimu dan keluargamu, pak, bu,
dan semoga pemuda-pemuda seperti kami tak sibuk terjerumus dalam dunia hedonis yang semakin mengecam moralitas sebagai penerus bangsa kedepannya.. aamiin

SAM_6357

Advertisements

3 thoughts on “Just asking

  1. Kadang saya juga punya pertanyaan yg sama. Pernah saya ke car free day di jakarta… d antara kerumunan org yg lari pagi ada satu keluarga yg begitu bahagianya di atas gerobak, si bapak yg menarik grobak sedangkan istri dan anak2nya d atas gerobak. Mereka tertawa lepas sekali… terlihat bgtu bahagia… kadang jg ingin bertanya, apakah makna bahagia bagi mereka?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s