Month: November 2015

S.E.N.J.A.

Hai, sudah hampir satu bulan atau bahkan lebih sepertinya, kamu memblock sosial media. Ah tidak, memblock diriku lebih tepatnya. Seluruh komunikasi kita terputus bukan?

 

S.E.N.J.A. aku selalu menganggapmu demikian, dan demikianlah seterusnya. Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan kepadamu sebenarnya, namun ada lebih banyak hal lagi yang ingin ku dengar darimu.

Saat di block saat itu, sempat ada keterkejutan, namun saat itu aku berhusnudzan gadgetmu sedang mengalami gangguan. Tetapi ternyata tidak bukan? 🙂

Entah, harus seperti apa.. Tapi, aku akan selalu menunggumu seperti biasanya 🙂

 

 

 

 

 

 

 

#Bekasi, 24-11-2015

Menjadi sembilu rasanya di hati, ketika hanya diriku yang tak tahu kondisi dirimu saat ini

Kunang- Kunang Part 1

Alhamdulillah, setelah2 hari berhibernasi dan jatuh bangun akibat suhu panas yang naik turun, serta kondisi penglihatan yang selalu blur ketika melihat monitor, akhirnya hari ini bisaa on lagii (yeaay)

bertemu dengan keluarga kunang-kunang adalah sesuatu yang sangat membahagiakan bagi kehidupan saya, kenapa? karena saya bertemu dengan kawanan idealis yang kemudian dalam caranya bergerak dalam suatu barisan dengan ritme yang sama. Indah kan?

Ada sebuah lagu, yang jadi “something” banget buat keadaan kita selama di sawangan beberapa hari kemarin, disaat udah nangis, kesel, mencak mencak, marah, tapi inget banget masih banyak sela dimana kita bisa bebas ketawa, tetiba jetlag, gesrek, sampai enggak sadar (saha ieu, saha ieu), juga disaat kita mainan ice breaking abis abisan karena udah enggak ngerti harus apa.

 

Apa lagunya? yeaaay. Ran- Jauh di Mata dekat di Hati, tapi kita modif dikit jadi Jauh di Mata namun Dekat di Doa #halah #kambuh

kenapa judul dan (otomatis) liriknya diubah?

  1. Karena kita single  kreatif
  2. Karena lagi jetlag
  3. karena kita udah enggak tau

and this night, this words are really for you gengs, hope you’ll find it, after a long time of your journey, or when you take a breath in the dark way. check this!!

Dering telefonku membuatku tersenyum di pagi hari
Kau bercerita semalam kita bertemu dalam mimpi
Entah mengapa aku merasakan hadirmu di sini
Tawa candamu menghibur saatku sendiri

Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa

Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di doa

Dering telefonku membuatku tersenyum di pagi hari
Tawa candamu menghibur saatku sendiri

Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa

Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di doa

Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa

Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun kau dekat didoa

Jarak dan waktu takkan berarti
Karena kau akan selalu di hati
Bagai detak jantung yang kubawa kemanapun kupergi

Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di doa
dekat di doa
dekat di doa

 

#kkp #fasil #FIM

Lelaki itu

Tak banyak yang dapat kuceritakan dari sosok lelaki satu ini

Lelaki dari suku disalah satu provinsi di pulau Jawa

Menikah dengan seorang wanita yang cukup jauh terpaut jarak usianya

Lelaki itu sering kusebut ia cinta..

Aku belajar banyak sekali darimu,

Aku belajar mengenai kehidupan,

Aku belajar mengenai cara berfikir logika

Aku belajar mencintai seseorang dengan cara yang bisa kita lakukan

Sebenarnya,

Ada banyak hal yang ingin aku sampaikan sebelum waktu kita berdua usai

Ada,

namun sekarang belum waktunya sepertinya :’)

Tapi ada sesuatu hal yang ingin aku katakan padamu

I miss the old you dad..

Bekasi, 12-11-2015

Sama sepertimu yang tak banyak kata, mencintaimu tak harus dengan kata..

Love you as always,

Sincerely,

Your flowers