Kita

Kita hanya sedang berlapang sambil menggenggam erat doa yang ada dalam genggaman jemari kita, sambil menutup mata dan berharap semua keadaan akan (dapat) baik baik saja.

Kita hanya sedang berbaik sangka pada segala ketetapan yang telah Tuhan gariskan untuk kita, tanpa pernah kita tahu ada keajaiban apa yang hendak menyapa

Kita hanya sedang bermain dalam panggung pertunjukkan kehidupan, dimana kita adalah aktor utama, dan Tuhan adalah sutradara nya.

Kita hanya sedang berikhtiar; berusaha dalam langkah kita sambil berharap harap cemas menunggu kejadian apa yang akan terjadi selanjutnya

Kita hanya saling duduk dalam sendiri, mengevaluasi segala tindak dan kelalaian kita. Setelah nya sambil tertunduk kita menyadari satu hal; Evaluasi NIAT kita.

Kita saling menggenggam senja, menatap langit, menduduki tanah. Ya, Kita sedang saling menunduk, agar hati tak meninggi ke langit, agar pandangan tak terangkat ke langit, agar semuanya jadi satu; penduduk bumi

Dan kita, adalah manusia dengan segala nikmat yang Tuhan berikan, namun masih mengeluh tak ada habisnya.

 

“Maka, Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

-Qs. Ar Rahmaan-

 

Bekasi,

3/01/2016

di sebuah ruangan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s