Tenang

Kita mungkin tidak dapat menyelesaikan seluruh masalah kita secara tuntas. Tapi setidaknya, kita pernah berusaha. Berusaha semampu yang kita bisa. Dan setelahnya? biarkan takdir takdir Tuhan yang kemudian menunjukkan yang terbaik untuk kita. Karena kita bisa jadi salah dalam usaha kita, tapi Tuhan tidak pernah salah.

Anonymous

Bismillah

 

Pernahkah dalam sebuah masa, ketika kamu sedang dalam keraguan, segala amalan wajib dan sunnah masih belum bisa menyelesaikan apa yang sebenarnya membebani fikiran mu itu?

Ketika akhirnya segala “hal” yang biasanya kamu lakukan dalam keadaan jernih, kemudian menjadi berat sangat berat seperti ada gumpalan di bagian saraf otak yang akhirnya membuat perpindahan jaringan listrik antara neufron gagal untuk dilakukan.

saya pernah..

Entah apa rasanya, pikiran saya berkecamuk beberapa saat kemarin. ketika saya menyelesaikannya dalam tidur panjang untuk menyesuaikan kembali akal pikiran saya (agar kembali normal). cukup lama, hingga beberapa hari, dan kemudian setelah mengumpulkan nyawa karena kebanyakan tidur keberanian, saya mencoba untuk menghadapi masalah saya.

Entah, apa yang membuat keberanian itu ada..

Deg deg an, jelas.

Ketakutan jelas

Saat itu dalam fikiran saya adalah “saya tidak peduli apapun yang akan terjadi kedepan, karena setidaknya saya berusaha untuk mencoba.”

 

Tak beberapa lama setelah mengumpulkan keberanian dan melakukan sesuatu yang menurut saya tepat, akhirnya saya tertidur. Dan itu adalah tidur dengan kualitas terbaik yang saya dapatkan selama hampir 2 bulan ini. Walaupun secara kuantitas hanya 2 jam. Alhamdulillah~

Dan setelah itu, entah kenapa, hati dan fikiran saya tenang. Seperti batu ganjalan yang menyumbat bagian katup di jantung saya hilang. tumor saya sembuh (begitu batin saya).

Saya mulai menikmati hari selayaknya saya sedang tak ada masalah.

Dan ketika ada yang bertanya, “semuanya sudah saya serahkan ke Allah, ikhtiar saya (secara duniawi) telah selesai.”

 

Menyelesaikan masalah memang kadang tak bisa dipahami oleh akal sehat kita. tapi setidaknya, saya memilih untuk membiarkan hak-hak yang ada di diri saya  terpenuhi sebagaimana seharusnya

 

Bekasi, 07/02/2016

Ketika saya tak lagi peduli dengan apapun yang nantinya terjadi dalam kehidupan saya selanjutnya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s