Belajar dari Saitama

Bismillah

Belajar dari Saitama? Siapa itu Saitama? kenapa bukan belajar dari Udin? Dodo? Dino? atau siapa?

wait..wait.. Kenapa harus Saitama? Karena Saitama adalah tokoh utama di film One Punch Man yang baru saja saya selesai tonton 12 episodenya. Sebuah film anime yang cukup menarik, atas rekomendasi dari salah seorang teman saya. Mungkin kalau namanya Udin, Dodo, atau Dino, judulnya akan mengikuti nama mungkin ya. hehe

Setelah 12 episode menonton film One Punch Man, sebuah film anime action saya mempelajari beberapa hal pokok yang saya dapatkan dari Saitama (mengesampingkan beberapa adegan yang menurut teman saya terlalu terbuka (dan menurut saya dewasa -_-“) )

  1. Niat yang kuat. Apa sih yang bikin Saitama akhirnya punya kekuatan yang super duper keren? Niat awalnya dia jadi hero hanya gara gara sehabis dia menolong anak kecil yang hampir dibunuh sama monster. Setelah itu ia memiliki niat untuk menjadi hero.
  2. Membuat list kegiatan dan kemudian menjalankannya.  Dalam sebuah episode, beliau ditanya oleh musuhnya “Apa yang membuat kamu menjadi sehebat ini Saitama?” jawabannya simpel “Setiap hari selama 3 tahun aku push up 100x, sit up 100x dan …(apaa gitu) 100x ditambah dengan lari 10 km.”  apakah yang lain percaya dengan jawabannya? tidak. hatta, “murid” nya pun tidak percaya. Kemudian ia melanjutkan “Di fase fase awal kamu akan merasa seperti ingin mati dengan jadwal yang ada (mulai lari jam 06.00 – sore),tapi lama kelamaan kamu akan tahu bahwa latihan ini diluar normal, dan kamu akan kehilangan rambut, seperti yang aku alami sekarang.” tuh kan, konsistensi untuk mencapai sesuatu memang harus banget dilakukan, walaupun lelah, hingga rasanya ingin meninggalkan.
  3. Strata (Kelas) itu enggak penting, yang penting kontribusi. Coba deh nonton sampai episode 12 nya, dia itu siapa sih? cuma dianggep anak kelas C awalnya yang kemudian naik ke kelas B. Muka datar, seenaknya aja sikapnya. Tapi lihat kontribusinya? waaw banget, ngelakuin semuanya dalam sekali tinju (kecuali episode 12 ya)
  4. Siap banget untuk enggak dikenal. Sedih banget enggak sih, kalau kamu melakukan banyak hal tapi malah di bully dan dituduh cheat sama lingkungan sekitar. Sedih banget pastinya, dan itulah yang dirasakan sama Saitama. Setiap dia ngelawan musuh, bukannya disambut bak hero malah dimaki-maki. Tapi ada yang saya suka dalam pemikirannya, beliau memilih untuk menjadikan dirinya buruk sesuai anggapan lingkungan dan tak pernah peduli apakah habis menyelesaikan kasus ini saya akan terkenal atau tidak (walaupun ada dalam salah satu episode dia ngarepin ada kotak surat fans buat dia. hehe)
  5. To the Point. Nah ini sifatnya yang kece banget lah. dari awal dia enggak suka banget namanya cerita panjang dan alur yang bertele tele. Jadi dia selalu memint untuk musuhnya menyampaikan dalam jumlah kurang dari 20 kata.

Nah itu lah yang saya pelajari dari film ini. Lucu banget laah, tapi karena saya nonton dalam subtle english mungkin jadinya biasa aja lah ya, hehe (lucunya normal aja enggak pakai banget). nanti kalau ada versi indonesia nya mungkin saya tertarik untuk menonton lagi.

 

 

 

 

Bekasi, 10-02-2016

09.21 AM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s