Melepaskan

Bismillah,

“Lepaskan saja” begitu sahutnya dengan jutek dalam suatu waktu.
Dulu, saya tak begitu memahaminya. Karena bagi saya mimpi saya, angan saya adalah milik saya, ikhtiar yang harus terus diperjuangkan tak peduli apapun kondisinya.

Sama seperti saat saya kecil, saya hanya akan melepaskan ketika saya telah “mendapatkan” hal lain yang lebih menarik dan saya sukai. 
Hingga akhirnya ketika dewasa saya sadar, paradigma itu kurang tepat agaknya. Karena ternyata saya harus melepaskan banyak hal untuk kemudian mendapatkan suatu hal. Kadang, ketika saya telah “mendapatkan” hal tersebut, ternyata itu bukan hal yang akan menarik perhatian saya, atau tak pernah saya harapkan sebelumnya. 
Tapi ada yang kemudian berbeda ketika saya telah melepaskan banyak hal yang saya sukai untuk “mendapatkan” hal yang (mungkin masih) saya kurang sukai. Syukur dan Sabar. 

Saya menjadi banyak bersyukur karena saya harus semakin belajar banyak untuk bersabar, dan dengan kesabaran yang ada saya berkembang menjadi dewasa (walaupun sekarang masih jauh #eh)

Hingga kemudian Allah berikan apa apa yang telah saya lepaskan dengan ganti yang sangat jauh lebih baik, dari arah yang tak pernah saya duga. Dan datang ketika saya tak berambisi untuk mendapatkan.

:’)
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan.”

-Qs. Ar Rahmaan-

Bekasi,

07-08-2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s