Month: September 2016

Sendiri (Terkadang) Mendewasakan

Kadang, kita hanya punya sedikit waktu untuk menyendiri, untuk memahami bahwa selama ini ada yang lupa disyukuri : bersama sama yang lain

Bismillah,

Apa yang paling menyedihkan ketika masa masa kanak?

Yap benar. Tidak punya teman. Tak ada yang lebih buruk ketika masa kecilmu hanya diisi dengan kesepian. Mungkin seperti itulah yang arda saat itu rasakan.

Kisah dimana dia akhirnya memutuskan banyak hal untuk melupakan kisahnya selama di pendidikan dasar. Kisah yang membuatnya harus mengingat banyak hal yang tak mengenakkan ketika bertemu dengan seseorang di masa lalunya..

Tapi dari sana Arda belajar, untuk mendewasakan diri dan tak bergantung kepada orang lain. Yap, ia mendewasa disaat anak sebayanya masih sering main gasing, ia mempersiapkan diri ketika temannya masih sibuk meminjam alat tulis dan alat main. Dia mempersiapkan banyak hal.

Waktu kemudian berganti, dan Arda sudah mulai mendewasa secara fisik sebagaimana teman temannya yang lain. Dia saat ini sudah memiliki teman, sangat banyak dan jauh berbeda dengan teman temannya di masa pendidikan dasar dulu. Tapi kadang keinginannya untuk melakukan perjalanannya sendiri, mengemas mimpinya sendiri muncul sangat kuat. Sampai seringkali Arda berfikir bahwa di hidupnya tak ada yang lebih baik kecuali menikmati kesendirian.
Keinginan kesendirian yang akhirnya membuat Arda mengepack tasnya, mengencangkan sandal gunungnya dan menguatkan doanya untuk melakukan perjalanan. Saat pergi ia memutuskan untuk memilih rute yang terlihat memusingkan tapi ia akan banyak belajar darisana. Rute pasar, tempat adat, lapangan luas, perairan, atau mungkin kebun kebun yang melimpah di sepanjang jalan adalah salah satu point pengambilan rutenya walaupun ia tahu perjalanan ini akan memakan waktu yang lebih lama dan juga lebih berisiko untuknya.

Ia selalu menikmati masa sendirinya; bertemu dengan orang yang tidak dikenal, menjadi newbie dalam banyak hal, lebih banyak mendengar, atau hanya sekedar mempunyai kesempatan untuk iseng berbagi sapa. Perjalanan juga menjernihkan Arda dari banyak hal; mencari solusi dalam keadaan lapang, sambil memikirkan life plan kehidupannya yang kadang berjalan tak sesuai harapan.

Hingga suatu hari, ketika ia sedang menulis dalam buku perjalanannya 

Adakah hal lain yang belum aku syukuri?

Cukup lama sepertinya untuk memikirkan apa yang belum ia syukuri sambil menunggu kereta datang.

Ada. Sergahnya

Kebersamaan.

“Betapa baiknya Tuhan telah mengirimkan saya ke tempat dimana akhirnya saya bisa mendewasakan diri tidak dalam kesendirian. Tuhan telah menempatkan saya untuk mengecap keindahan kebersamaan hingga sekarang. Dengan orang baik, dengan orang yang senantiasa menginspirasi. Dengan warna warna yang beragam, dan saya diizinkan untuk menikmati setiap warnanya. Membuat saya tak pernah diizinkan untuk menangis sendiri dan terjatuh sendiri. Sekalipun kebersamaan kadang terasa menyakitkan, Tuhan memberi waktu antara saya dan mereka untuk saling introspeksi dan membersihkan hati. Alhamdulillah ‘alaa kulli hal..”

Kereta akhirnya tiba , menjemput Arda dengan segala kenangan untuk disyukuri, dan Arda tahu seluruh kenangannya takkan mungkin terjadi jika ia dulu tidak dijauhi, tidak dibiarkan sendiri.

Dan Arda kemudian pergi, karena tahu perjalanannya belum berhenti.
Sendiri (kadang) mendewasakan diri

Bekasi,24 September 2016

00.07 wib