Month: November 2016

Menangis

Saat dia menangis, aku baru tahu ada seseorang di hatinya. -Anonymous, 2016-

7 tahun lalu aku menemukan sosok kamu. Bukan sosok fisik kamu, tapi lewat tulisan tulisan tentang kamu. 
7 tahun berlalu, aku akhirnya bertemu dengan orang tuamu, dengan adikmu, dengan kakakmu, tapi tentu saja aku tak pernah bertemu kamu. Dan kuakui itu sebagai takdir untukku.

 7 tahun berlalu, aku membiarkan banyak hal tak kuketahui tentang kamu. Aku membiarkan banyak fase perjalanan tanpa tahu kabarmu, walau terkadang aku tahu seringkali orang orang masih menulis tentang kamu.
Hingga akhirnya, aku tahu dari musafir di perjalanan, kalau dalam fase hidupmu, kamu pernah menangisi seseorang. Dan yap, jelas sekali itu bukan aku. Tak sekali, kamu menangis dua kali karena seseorang itu. 
Sempat dalam hatiku mengetuk tanya tentang seseorang itu “siapakah? Seperti apakah?”

Tapi aku tahu, aku takkan pernah mampu untuk bertanya kepadamu. 

Dan aku tahu sesuatu hal, bahwa suara suara desau angin itu sudah ada alamat pemiliknya. 

Dan aku hanya bisa memandang kamu dari jauh seperti 7 tahun sebelumnya.
-Aku hanya ingin kamu hidup , jauh lebih tangguh di setiap kamu selesai menangis. Dan disaat itu suara angin dariku akan sampai ke kamu. –
Bekasi, 24-11-2016

Percakapan gurun kepada ilalang